Terkait TPA Benowo, Pemkot Surabaya Dinilai Anti Kritik

0

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah Kota Surabaya dinilai terlalu anti kritik, terkait pernyataan Gubernur Jawa Timur yang menyoal aroma sampah tercium di stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Karena kenyataannya, ada TPA (Tempat Pembuangan sampah Akhir) Benowo tak jauh dari stadion GBT.

“Pernyataan itu harusnya dimaknai sebagai bentuk perhatian dari Gubernur Jatim kepada pengelolaan Kota Surabaya, termasuk warga Surabaya dan supporter Surabaya, Bonek Mania. Karena faktanya TPA Benowo berdekatan dengan GBT,” kata Dosen FISIP Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman di Surabaya, Sabtu (2/11/19).

Menurut pria yang akrab dipanggil Angga, komentar Khofifah semata agar Pemkot Surabaya membenahi pengelolaan sampah, yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Stadion GBT. Mengingat GBT merupakan salah satu stadion yang diajukan ke FIFA sebagai venue pertandingan Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

“Pernyataan Gubernur Jatim tidak perlu direspon reaktif, karena hal itu justru menghalangi pembenahan Kota Surabaya agar menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Angga juga menyayangkan sikap netizen yang ramai-ramai menyikapi negatif pernyataan Khofifah soal GBT tersebut. Bahkan, netizen terkesan sengaja membenturkan Gubernur Jatim Khofifah dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Terkait bau sampah di GBT, ada baiknya dimaknai sebagai ajakan positif untuk memberi kerangka solutif terbaik. Misalkan, mempercepat program, baik yang tengah dilakukan Provinsi Jatim maupun Kota Surabaya.untuk membangun pengelolaan limbah lebih cepat dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Angga mengungkapkan, manajemen Persebaya maupun supporter juga membenarkan adanya aroma tidak sedap dalam sejumlah pertandingan. Tentunya, hal itu akan menimbulkan kesan negatif saat FIFA melakukan kunjungan ke GBT.

Angga pun yakin, Gubernur Khofifah tetap ingin GBT terpilih sebagai salah satu venue pertandingan Piala Dunia U-21 pada 2021 mendatang. Karena hal itu, akan membawa kebanggaan bagi warga Surabaya maupun Jawa Timur secara keseluruhan.

“Ini harus dimaknai sebagai bentuk dukungan Jawa Timur terhadap citra dan nama baik Indonesia di mata dunia. Pernyataan itu dimaknai secara sempit atau sebatas wilayah Surabaya atau Malang. Tapi, konteksnya adalah negara,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pemkot Surabaya meradang pasca Gubernur Jawa Timur, khofifah Indar Parawansa menyebut jika arah angin ke Gelora Bung Tomo (GBT) sering aroma sampah sampai stadion. Pernyataan Khofifah tersebut kemudian direspon oleh pejabat di jajaran Pemda Kota Surabaya. (Tri Wahyuni)