Tidak ada Urgensi Musdalub Partai Golkar DKI

0

JAKARTA (Suara Karya): Pengurus DPD Partai Golkar DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua Kosgoro 1957 DKI Jakarta, Laras Susiyanto menilai tidak ada urgensi untuk diselenggarakannya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar DKI Jakarta.

“Tidak ada keterdesakannya untuk Musdalub, karena masa bakti Partai Golkar DKI hanya tinggal beberapa bulan saja, jadi untuk apa kita Musdalub hanya untuk kepengurusan yan hanya beberapa bulan saja, itu kan mubajir,” kata Laras kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/7/2019).

Laras mengatakan hal itu menanggapi aksi unjuk rasa kader Partai Golkar yang menuntut penyelenggaraan Musdalub Partai Golkar DKI Jakarta terkait hasil Pileg 2019.

Menurut Laras, penurunan kursi DPRD Partai Golkar DKI Jakarta harus dilihat secara menyeluruh, harus pula dilihat konteksnya.

“Banyak faktor yang menyebakan merosotnya perolehan Golkar DKI Jakarta. Kita tidak bisa hanya menyalahkan 1 orang saja, perlu kesadaran politik kita semua bahwa ini kelengahan bersama,” ujarnya.

Laras justru memuji kepemimpinan Plt Rizal Mallarangeng yang berhasil mempertahankan kursi di DPRD setelah turbulensi yang terjadi di DPD Partai Golkar DKI Jakarta. Sementara ada partai lain yang terpuruk sekali.

“Tanpa bermaksud mencari pembenaran, bahwa tidak bisa hanya menyalahkan Plt Ketua saja yang hanya 6 bulan menjabat Plt yang hanya melanjutkan program dan strategi ketua sebelumnya,” katanya.

Laras menambahkan, Plt Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng berhasil memimpin konsolidasi Partai Golkar secara baik sekaligus menyatukan kekuatan kader dan pengurus Partai Golkar di Provinsi DKI Jakarta serta melakukan kampanye-kampanye kreatif dan edukatif dalam mensosialisasikan Partai Golkar dan capres Joko Widodo.

“Kalau mau jujur, sebelum ada Plt yang dipimpin Pak Rizal, banyak kekuatan Partai Golkar yang tercerai-berai akibat konflik internal. Bahkan ide kampanyenya yang kreatif dan edukatif tentang Jokowi dan Golkar, Pak Rizal mampu menyatukan semua elemen kekuatan partai yang membuat kampanye Golkar dan Jokowi bisa diterima oleh masyarakat. Kepemimpinannya justru sinar positif bagi Golkar dan para kadernya,” ujar Laras.

Namun Laras memahami dinamika politik ini karena Partai Golkar adalah partai besar yang terbuka dan demokratis.

“Aspirasi yang disampaikan teman-teman merupakan hal yang wajar, sebagai kritik dan masukan yg konstruktif, karena Golkar adalah partai yang terbuka dan demokratis,” tegasnya. (Gan)