Tim DKI Jakarta, Berpeluang Loloskan 13 Atlet ke PON XX

0
Encep (DKI) sudut biru, siap menghadang serangan lawan. (suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Meski sempat kecewa terhadap kuputusan dokter, tim silat DKI Jakarta tetap memperlihatkan dominasinya dalam Kejurnas yang sekaligus sebagai ajang Pra PON wilayah 3 di GOR Jakarta Utara, Sabtu (16/11/2019).

Dalam pertandingan perebutan juara tiga dan meraih tiket ke final, tim DKI Jakarta berpeluang meloloskan 13 atletnya menuju PON XX di Papua tahun. Semua itu merupakan hasil kerja keras para atlet yang mempersiapkan diri seoptimal mungkin dalam Pelatda.

Pada pertandingan penentuan dalam perebutan juara tiga untuk meraih tiket ke PON di kelas E putra, Encep Endaryana mampu mengalahkan Fachrul Rozi dari Kalbar dengan angka 4 – 1. Hal itu yang membuat Encep bernafas lega meski belum tampil di final Pra PON XX.

Ketangguhan Encep belum diikuti rekannya yang turun di kelas F putra. Dengan kaki cedera Reyhan Priatama dipaksa ketinggalan angka 0-5 lawan Saiful dari Sulsel. Meski mengalami kekalahan, namun Reyhan tetap berusaha malakukan serangan, meski kondisinya tidak memungkinkan karena cedera kaki kanan sulit untuk melakukan tendangan kearah lawan.

Kekalahan yang cukup menyakitkan lagi terjadi dalam pertandingan hari keempat Jumat (15/11) saat Ahmad Fauzi melawan Bagaskoro dari Jateng. Ketika pertandingan berjalan beberapa menit dironde pertama, Ahmad Fauzi mendapat pukulan keras dibagian leher dan jatuh tidak sadarkan diri.

Namun anehnya dokter masih menyatakan layak tanding sehingga wasit memberikan hitungan dan menyatakan kalah. Padahal seharusnya pertandingan dihentikan. Dengan begitu lawan didiskualifikasi. Atas kejadian itu tim silat DKI Jakarta kecewa berat meski sudah meloloskan 11 atletnya ke PON XX. Peluang dua jatah lagi akan diperjuangkan dalam pertandingan terakhir Minggu (17/12). (Warso)