Tim Putra dan Putri Jabar Dominasi Juara Invitasi Piala Gubernur, Ancaman Bagi Kontingen DKI Mimpikan Juara Umum di PON 2024

0

JAKARTA (Suara Karya) : Tim putra dan putri asal Jabar mendominasi juara dalam Invitasi Bolavoli Antarklub U-18 Piala Gubernur DKI Jakarta di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. Hal ini merupakan salah satu ancaman bagi Kontingen DKI Jakarta mewujudkan impiannya meraih juara umum di PON XXI di Aceh dan Sumut 2024 mendatang.

Semua itu menunjukkan pembibitan dan pembinaan atlet di DKI Jakarta kurang memenuhi harapan masyarakat pencinta olahraga di Ibukota. Hal itu tentunya menjadi catatan para pengurus KONI DKI Jakarta dari jauh hari sebelum menampilkan para atletnya di pesta olahraga empat tahunan nantinya, apalagi saat ini induk organisasi cabang olahraga di ibukota itu mendapat sentilan dari Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).

Adapun jalannya pertandingan Invitasi Bolavoli Antarklub U-18 Piala Gubernur DKI Jakarta yang menyajikan tim – tim asal Jabar difinal, di putra Tectona keluar sebagai juara setelah mengalahkan rekan sedaerahnya Perkasa Sumedang 3-2 (25-27, 25-19, 27-25, 23-25, 15-9).

Sedang di putri juga mempertemukan tim asal Jabar yaitu Kharisma Premium meraih gelar juara setelah menundukkan Wahana Express Group (WEG) dalam empat set, 3-1 (23-25, 25-19, 25-22 dan 25-18).

Seharusnya Kharisma punya peluang untuk menyelesaikan pertandingan hanya dengan tiga set. Pada set pertama, mereka sudah sempat unggul 23-20. Sayangnya, konsenterasi justru menurun dan akhirnya WEG justru mampu menbalikkan keadaan.

Barulah pada set kedua, Aliya Regifa Fahira dan kawan-kawan tak mampu lagi dibendung oleh WEG. Mereka nyaris selalu unggul pada set kedua sampai set keempat hingga akhirnya meraih kemenangan.

Agus Irawan mengatakan, kesiapan para pemain cadangan Kharisma menjadi salah satu kunci kemenangan.

“Setelah kalah di set pertama, saya melakukan rotasi dan hasilnya berbuah manis. Para pemain cadangan juga sangat siap bertanding sehingga pergantian pemain bisa saya lakukan dengan nyaman,” Agus mengungkapkan.

Kemenangan Kharisma ini sangat berarti sebab WEG merupakan rival berat mereka di Bandung. Keduanya adalah tim terbaik di kota kembang.

“Tentunya senang bisa mengalahkan musuh bebuyutan. Kami sama mereka kan sering bertemu,” ucap mantan pelatih Bandung Bank BJB Tandamata tersebut.
Gelar Kharisma semakin lengkap sebab Aliya Regifa Fahira sukses meraih gelar MVP. Sedangkan di bagian putra, gelar MVP jatuh ke tangan pemain Tectona Bandung, Luvi Febrian.

Juara pertama, Kharisma selain menerima piala juga mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp 20 juta. Juara kedua, WEG Rp 15 juta. Sedang satu-satunya tim tuan rumah yaitu Jakarta 1 menjadi juara tiga setelah menang 3-0 dari Yuso Sleman menerima Rp 10 juta dan Yuso Rp 5 juta.(Warso)