Tim Rajawali Menang Tipis Atas Garuda

0

JAKARTA (Suara Karya) :Pertandingan sengit terjadi di hari pertama Simulasi Sudirman-Thomas-Uber 2021 yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (7/9). Tim Rajawali yang diisi mayoritas pemain muda berhasil menang tipis 3-2 atas tim Garuda.

Kejutan langsung terjadi di partai perdana, saat Zachariah Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela yang membela tim Rajawali mencuri kemenangan dari juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari di sisi tim Garuda. Zacha/Bela menang rubber game 16-21, 21-15, 21-19.

Tim Garuda langsung merespon dengan menyamakan kedudukan. Pasangan dadakan Apriyani Rahayu/Febby Valencia Dwijayanti Gani berhasil menang atas Amalia Cahaya Pratiwi/Febriana Dwipuji Kusuma 19-21, 21-19, 21-15. Apriyani yang biasa berpasangan dengan Greysia Polii, di simulasi ini harus berganti pasangan dengan juniornya, Febby. Tapi mereka tidak menemukan kesulitan yang berarti untuk memetik kemenangan.

“Di gim pertama mainnya kami masih buang bola, banyak mati sendiri, banyak salah sendiri. Kak Apri juga kasih tahu untuk main safe dan lebih mengatur. Senang banget bisa dipasangkan sama kak Apri yang baru juara Olimpiade. Pelajarannya lebih banyak dari cara main, saya siap kalau nanti dipasangkan dengannya,” ujar Febby.

“Awalnya kita kan belum menemukan pola permainan yang pas. Febby juga ada kendala di tangannya tapi bersyukur dia bisa bertahan sampai akhir. Sekiranya ke depan kami bisa lebih baik, Febby dan saya. Di gim kedua kami sudah mulai masuk polanya. Komunikasi juga lancar jadi tadi bisa memenangkan pertandingan. Amalia/Febriana bermain bagus, mereka punya kualitas di serangan dan pola panjangnya,” sambung Apriyani.

Di partai ketiga, dua pasangan ganda putra dadakan saling bertemu. Tim Rajawali diwakili Hendra Setiawan/Moh. Reza Pahlevi Isfahani melawan Marcus Fernaldi Gideon/Pramudya Kusumawardana dari tim Garuda. Laga dimenangi Hendra/Reza yang tampil lebih ok terutama di gim penentuan. Pasangan senior-junior itu menang dengan skor 16-21, 21-18, 21-14.

“Kita sudah fokus ke turnamen beregu, sekitar dua minggu lagi kita akan berangkat. Sejauh ini semuanya ok. Senang bisa main di simulasi ini. Semoga kita bisa bawa pulang piala itu nanti,” tutur Hendra.

Skor kembali berimbang di partai keempat. Chico Aura Dwi Wardoyo berhasil menunda pesta kemenangan Rajawali usai menuntaskan perlawanan Christian Adinata dua gim langsung 21-10, 21-18.

Kemenangan Rajawali akhirnya benar-benar terwujud di partai kelima, Saifi Rizka Nurhidayah menyumbang poin penting setelah menang atas Ester Nurumi Tri Wardoyo. Di gim pertama, Saifi unggul cukup mudah 21-13. Baru di gim kedua, Saifi mendapat perlawanan sepadan dari Ester. Kejar mengejar skor pun tidak terelakkan hingga di poin-poin kritis, ketenangan membuat Saifi berhasil mengunci kemenangan 25-23.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Rionny Mainaky, cukup puas dengan hasil yang ditunjukkan para pemain di hari pertama simulasi untuk persiapan menghadapi kejuaraan beregu Piala Sudirman di Finlandia dan Thomas-Uber di Denmark ini.

“Hari pertama, untuk suasana bertanding sangat baik sekali. Hasil yang mereka dapatkan saya rasa cukup memuaskan karena rata-rata mereka bisa mengeluarkan kemampuan terbaik, walau masih ada yang bermain dengan ketegangan dan banyak melakukan kesalahan sendiri yang tidak perlu. Dan itu yang harus kita evaluasi untuk latihan ke depan,” ungkap Rionny.

“Jadi dari hasil ini kita bisa lihat apa kelebihan dan kekurangan mereka, lalu ini yang akan menjadi dasar kita untuk menentukan nama pemain di Piala Sudirman dan Piala Thomas & Uber nanti. Saya akan diskusi lagi dengan pelatih-pelatih untuk memberikan penilaian dan gambaran, semoga yang terpilih nanti adalah yang terbaik untuk tim Indonesia,” lanjutnya.

Rionny juga berharap simulasi hari kedua yang akan digelar Rabu (8/9) besok bisa lebih baik.

“Untuk besok yang akan turun saya harap bisa lebih baik, bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Secara lawan mereka seimbang semua. Jadi bisa terlihat apa yang masih harus dievaluasi satu dan dua minggu sebelum berangkat,” sahut Rionny.

Sementara itu, Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna menyampaikan pesan semangat kepada tim untuk memberikan yang terbaik dalam kondisi apapun.

“Hasil yang baik sangat ditentukan dengan persiapan yang baik dan saya pikir teman-teman sudah melakukan yang terbaik. Kita perlu melakukan uji coba dan uji coba itu akan kita lakukan di simulasi hari ini dan besok. Melalui simulasi kita berharap bisa lebih detil mengidentifikasi dan mengevaluasi kelebihan dan kekurangan kita sekaligus melihat lagi kesiapan mental, stamina, dan teknik untuk menghadapi Piala Sudirman dan Piala Thomas & Uber,” ucap Agung.

“Mudah-mudahan kita dapat memberikan hasil yang terbaik kali ini dan kita juga berdoa semoga Tuhan Yang Mahakuasa memberikan lagi yang terbaik untuk kita dengan kembali membawa Piala Sudirman, Piala Thomas dan Piala Uber. Piala-piala ini yang merupakan lambang supremasi bulutangkis dan kita ingin memperlihatkan kita kembali berjaya,” pungkasnya.