Tinggal Satu Kali Revisi, UNJ Menuju Status PTNBH

0

JAKARTA (Suara Karya): Proses peralihan status Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dari perguruan tinggi negeri badan layanan umum (PTN BLU) menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) kini memasuki revisi akhir. Ditargetkan, status baru tersebut bisa diraih pada tahun ini.

“Hasil presentasi dengan Kementerian Pendididikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) pada Selasa (14/6/22) lalu masih menyisakan satu catatan. Semoga revisi bisa diselesaikan tahun ini,” kata Rektor UNJ, Prof Komarudin dalam acara media gathering di Kampus UNJ, Jakarta, Jumat (17/6/22).

Dalam kesempatan itu, Prof Komarudin didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Suyono, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Totok Bintoro dan Kepala Divisi Media dan Publikasi Humas UNJ, Syaifudin.

Prof Komarudin menuturkan, sejumlah alasan UNJ mengejar status PTNBH. Pertama, merujuk pada kebijakan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, yang membuka peluang selebar-lebarnya bagi kampus negeri untuk menjadi PTNBH.

“Kami semakin terpacu, setelah mendengar Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Terbuka (UT) dan Universitas Negeri Semarang (Unnesa) sudah berproses menjadi PTNBH. Pada Oktober tahun lalu, kami membentuk panitia dan menyusun dokumen untuk persyaratan,” ucapnya.

Ditambahkan, keistimewaan dari status PTNBH adalah keleluasaan bagi kampus negeri di bidang akademik dan keuangan. Status PTN BLU, kebebasannya terbatas, termasuk dalam pembentukan program studi (prodi).

“Beda dengan PTNBH, mereka punya keleluasaan. Apalagi di bidang akademik. Untuk pendirian prodi tidak perlu izin, kecuali prodi seperti kedokteran. Fleksibilitas itu juga berlaku pada tata kelola yang lain,” katanya.

Prof komarudin menambahkan, UNJ memiliki potensi menjadi perguruan tinggi besar, baik dari segi akademik maupun sumber daya manusia. Di bidang akademik, UNJ memiliki sejumlah prodi unggulan, prestasi akademik, maupun penelitian. Potensi itu bisa dimaksimalkan dengan menjadi PTNBH.

“Dari sisi kinerja, UNJ berpeluang menjadi perguruan tinggi besar, baik dari segi akademik maupun SDM. Kalau masih jadi BLU agak sulit menjadi besar. Karena tata kelola keuangan menjadi lebih fleksibel,” ucapnya.

Karena itu, lanjut Prof Komarudin, pihaknya menetapkan sejumlah target yang akan dilakukan UNJ setelah meraih status PTNBH. Salah satunya menjadi perguruan tinggi terbaik di Asia Tenggara, lalu meningkat di tingkat Asia, hingga menjadi World Class University (WCU).

Prof Suyono menambahkan, target tersebut bukan tanpa dasar. Karena dalam satu tahun terakhir ini UNJ mengalami peningkatan kualitas. Selain terjadi peningkatan akreditasi kampus, UNJ juga memiliki 18 prodi terakreditasi internasional.

“Beberapa hari lalu, ada 6 prodi sedang proses akreditasi internasional. Pada September 2022 menjadi 24 prodi. Dan pada September pula, UNJ akan kedatangan tim visitasi akreditasi internasional untuk 5 prodi,” ucapnya.

Ditambahkan, UNJ akan terus mengajukan akreditasi internasional. UNJ juga melakukan upgrading dengan membuka prodi sarjana terapan. Ada 15 prodi yang sebelumnya D3 telah beralih status menjadi D4 atau sarjana terapan. (Tri Wahyuni)