Tinggi Minat Daerah Ikuti Festival Budaya Indonesiana 2018

0

JAKARTA (Suara Karya): Festival Budaya Indonesiana 2018 ternyata menarik perhatian para penggiat kebudayaan di daerah. Hal itu terlihat pada proses seleksi peserta festival yang mencapai 44 kandidat.

“Platform Indonesiana yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini tak sekadar festival, tapi bagaimana mendorong daerah memajukan kebudayaan lokalnya,” kata Koordinator Sekretariat Indonesiana, Ahmad Mahendra kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (28/8).

Pada kesempatan itu, ia didampingi Koordinator PIC Platform Indonesiana, Heru Hikayat.

Mahendra menjelaskan, proposal festival yang akan digelar kandidat akan lolos seleksi, jika memenuhi 4 syarat. Antara lain, mencerminkan kegotongroyongan, ketersediaan anggaran, kesediaan membentuk kurator bersama dan adanya penguatan lokal.

“Pihak Indonesiana akan memberi pendampingan kepada kandidat terpilih selama tiga tahun untuk belajar membuat festival budaya secara mandiri dan profesional,” ujar Mahendra yang juga Kepala Bagian Umum dan Kerja Sama, Ditjen Kebudayaan, Kemdikbud itu.

Dengan demikian, lanjut Mahendra, penggiat budaya daerah lebih percaya diri saat akan membuat festival budaya di daerahnya masing-masing. Selain bagaimana menggali potensi lokal yang akan dikembangkan menjadi festival budaya.

Mahendra menilai, pelibatan masyarakat dalam penyelenggaraan festival menunjukkan keinginan daerah dalam memajukan kebudayaan lewat tradisi. Sehingga tumbuh rasa cinta atas budayanya masing-masing.

Mahendra menyebutkan hingga saat ini Indonesiana telah menggelar 4 festival dari 13 festival yang direncanakan. Empat festival itu adalah Festival Foho Rai di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), International Gamelan Festival di Jawa Tengah dan rangkaian festival dalam Gaung Sintuvu di Sulawesi Tengah.

“Menyusul kegiatan selanjutnya Multatuli Arts Festival di Lebak pada awal September mendatang, Blora Folklore Festival di Blora, Jawa Tengah pada pertengahan September,” tuturnya.

Kegiatan selanjutnya, lanjut Mahendra, Festival Budaya Saman di Gayo Lues, Aceh selama Oktober-November tahun ini. Masih ada Silek Arts Festival yang digelar di sejumlah kota di Sumatera Barat seperti Padang, Padang Pariaman, Solok, Sawahlunto, Tanahdatar, Payakumbuh dan Bukittinggi pada September-November.

Ditambahkan, kegiatan menarik lainnya adalah Festival Tenun Nusantara di Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada pertengahan Oktober dan Amboina International Bamboowind Music Festival di Ambon pada November 2018. (Tri Wahyuni)