Tingkatkan Daya Saing UKM, Kemenkop Genjot Pengembangan Wirausaha Lokal

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan komitmennya untuk terus mendukung wirausaha lokal melalui Program Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) dan Gerakan Mahasiswa Pengusaha (GMP). Hal itu dilakukan, dalam upaya meningkatkan daya saing UMKM.

Pernyataan tersebut, dikemukakan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM, Rulli Nuryanto, kepada wartawan, di gedung Kemenkop dan UKM, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

“Kemenkop dan UKM akan terus menumbuhkembangkan budaya kewirausahaan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi seluruh Indonesia,” ujar Rulli.

Terkait dengan itu, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 miliar, terutama untuk pelatihan dan pendampingan di Propinsi dan Kabupaten/Kota. Dana tersebut disalurkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dia pun memaparkan rincian anggaran DAK dimakasud. DAK tahun 2018 yang jumlahnya mencapai Rp 100 miliar, dialokasikan di 34 propinsi dengan sasaran peserta pelatihan sebanyak 23.545 orang dan pendamping sebanyak 1500 orang.

Sementara DAK tahun 2019 dengan jumlah sebesar Rp 200 miliar, dialokasikan di 34 propinsi dan 172 Kabupaten/Kota dengan sasaran peserta pelatihan sebanyak 56.056 orang dan pendamping sebanyak 1.279 orang.

“Selain itu, dalam rangka menumbuh kembangkan kewirausahaan, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM akan melakukan pengembangan kewirausahaan bagi 8.790 calon wirausaha melaui pemasyarakatan Kewirausahaan, Pelatihan kewirausahaan, pelatihan technopreneur dan kewirausahalan sosial.

“Kami juga akan berupaya meningkatkan kualitas SDM UMKM bagi 3.500 pelaku UMKM melalui pelatihan vokasi. Serta pengembangan SDM usaha mikro dan kecil bagi 500 pemuda melalui fasilitasi magang,” ujarnya menambahkan.

Rully menuturkan, beberapa program unggulan lainnya adalah peningkatan kualitas SDM koperasi bagi 4.530 pelaku koperasi melalui pelatihan perkoperasian, pengembangan standardisasi dan sertifikasi bagi 2.010 pelaku koperasi dan ukm, pelatihan bagi penyuluh koperasi dan pendamping SDM.

Ditambahkannya, untuk mendukung percepatan pelaksanaan peningkatan kualitas SDM Koperasi dan UKM, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan beberapa kementerian / lembaga dan stakeholder dalam pelaksanaan kegiatan 2018.

Beberapa kerja sama tersebut, diantaranya dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset dan Tekhnologi, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Sosial, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Badan Narkotika Nasional, dan kerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Sementara itu Asisten Deputi (Asdep) Bidang Peran Serta Masyarakat, Hariyanto mengatakan, kerjasama dengan BPT, dimaksudkan dalam upaya membina masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan yang mendukung deradikalisme.

“Dalam hal kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme , tentunya kami juga menggandeng Kemenpolhukam dalam rangka meningkatkan kapasitas UKM didaerah yang terindikasi berbasis terorisme, seperti yang telah kami lakukan di Poso, sehingga meningkatkan pemahaman masyarakat berwirausaha melalui pelatihan,” kata Haryanto.

Haryanto menambahkan, begitupun dalam kerjasama Pelatihan dengan Badan Narkotika Nasional pihaknya menyertakan Kemenkumhamdalam upaya pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat binaan.

“Dalam rangka menciptakan kemandirian warga, mereka diberikan pelatihan sehingga diharapkan setelah keluar dari masa binaan tidak melakukan lagi bisnis terlarangnya, ” imbuhnya.

Penerima Dana WP
Erna dan Yana adalah 2 pelaku wirausaha Pemula binaan Kemenkop UKM.

2 pelaku wirausaha sukses tersebut sengaja dihadirkan dalam Konferensi Pers Program-program 2019

Dalam Testimoninya, Erna asal Boyolali yang berwirausaha kerajinan bantal menuturkan bahwa usahanya adalah memanfaatkan percah kain limbah produksi yang diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan Bantal.

Menurutnya usahanya yang dimulai pada tahun 2009 lalu dimulai dengan menjahit sendiri. Dengan modal awal Rp 150 ribu dan sebuah mesin jahit warisan ibunya, kini berkat bantuan Dana WP dari Kemenkop UKM, kini dia sudah mempunyai cabang toko hampir diseluruh Indonesia dan mempunyai karyawan 15 orang.

“Berkat pelatihan kewirausahaan dan Program bantuan WP dari Kemenkop UKM sebesar Rp 10 juta. Kini usaha saya jadi sangat maju dan dapat bermanpaat membantu memperkerjakan orang lain,“ katanya.

Selain itu, Erna mengaku merasa sangat terbantu dengan pelatihan Aplikasi LAMIKRO (Aplikasi Pembukuan Usaha digital-Red). Sebelumnya pengaturan keuangan dalam usahanya masih belum teratur, masih campur dengan keuangan pribadi.

“ Dengan Aplikasi LAMIKRO untuk laporan pembukuan keuangan, saya jadi tahu untung ruginya,” katanya.

Pelaku Usaha lainnya adalah Yana, pelaku UKM makanan olahan ikan dari Banjarnegara. Yana juga mengakui merasa terbantu dengan Program Pelatihan dan Bantuan Modal WP dari Kemenkop UKM.

Menurut Yana, sebelum dibantu kemenkop UKM bahan baku produksi masih disatukan dengan barang yang sudah jadi, karena peralatan yang belum memadai.

“ Pada tahun 2018 lalu saya memperoleh bantuan Dana WP Rp 13 juta, dana tersebut saya gunakan untuk beli prizzer sehingga bahan baku bisa saya pisahkan dengan barang produksi yang sudahjadi,” imbuhnya. (Gan)