Tinjau Bakauheni, Ketua Satgas Minta Warga Arus Balik di Swab Antigen!

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo meninjau kesiapan petugas dan sarana prasarana sebagai antisipasi mobilitas masyarakat dan pencegahan lonjakan kasus covid-19 pascalibur Idulfitri 1442 Hijriah di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Sabtu (16/5/21).

Dalam peninjauan itu, Doni melihat bagaimana petugas dari Dinas Kesehatan melayani pemeriksaan kesehatan salah seorang pengemudi angkutan logistik menggunakan tes usap berbasis antigen, sebagai salah satu syarat perjalanan yang diatur dalam Adendum Surat Edaran Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Selain wajib membawa surat bebas atau negatif covid-19, seluruh pelaku perjalanan diwajibkan melakukan swab antigen yang disediakan di setiap posko.

Pada kesempatan itu, Doni melihat bagaimana kolaborasi pemerintah pusat dan daerah sudah dilakukan dengan baik, sehingga dia yakin kendala yang ada dapat diatasi dengan baik.

“Kami yakin adanya sistem yang terintegrasi, membuat kendala di lapangan mudah dipecahkan dengan lebih mudah,” katanya.

Sebelum melanjutkan agenda, Doni menyerahkan bantuan secara simbolis berupa enam tenda dan 5 ribu suplemen herbal kepada Provinsi Lampung.

Di kantor PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, Doni Monardo selanjutnya melakukan pertemuan bersama Gugus Tugas Khusus Penanganan Covid-19 Pelabuhan Bakauheni, guna membahas antisipasi lonjakan kasus atas mobilitas masyarakat pascaliburan Idulfitri 1442 H melalui Pelabuhan Bakauheni.

Ketua Gugus Tugas Khusus Penanganan Covid-19 Pelabuhan Bakauheni, Irjen Pol Hendro Sugiatno menyampaikan, pihaknya berkoordinasi dengan jajaran Korem 043/Garuda Hitam, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)/Satgas Penanganan Covid-19 Daerah guna memastikan seluurh mandatory berjalan sesuai aturan.

Beberapa poin perlu dievaluasi, menurut Hendro, re-posisi sejumlah posko yang dinilai kurang efektif. Posko akan disesuaikan ke titik yang telah ditentukan pada arus balik. Titik tersebut tersebar mulai jalur timur, tengah, penyeberangan/pelabuhan dan sisanya di rest area jalan tol trans Sumatera.

Hasil laporan General Manager (GM) PT ASDP Pelabuhan Bakauheni, Capten Solikin, sedikitnya ada 440.014 orang yang telah melakukan perjalanan dari Merak menuju Bakauheni sejak 22 April hingga 15 Mei 2021.

Menurut prediksi, angka itu akan kembali dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama, sehingga Doni meminta agar para pihak menyiapka langkah antisipatif dengan meningkatkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk petugas swab dari daerah yang akan diperkuat dari Pemerintah Pusat.

Adapun ketersediaan alat tes usap antigen yang akan dipakai sebagai ‘screening’ telah sesuai dengan kebutuhan. Menurut laporan, ada 200 ribu alat antigen dalam perjalanan ke Pelabuhan Bakauheni. Selain itu, 12 ribu alat telah dimiliki Dinas Kesehatan dan 50 ribu stok alat rapid test antigen di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Doni juga meminta agar seluruh angkutan penyeberangan yaitu kapal ferry dapat dioptimalkan secara maksimal sebanyak 69 unit, termasuk seluruh dermaga berikut posko-nya.

“Kemudian tujih dermaga diminta semua beroperasi penuh agar tidak terjadi kerumunan,” tegas Doni.

Demi mengoptimalkan seluruh rangkaian operasi tersebut, Doni memberi saran agar waktu tugas sumber daya yang ada dapat dibagi dalam tiga ‘shift’. Hal itu perlu dilakukan agar kondisi fisik dan mental dapat terjaga.

Selanjutnya, Gugus Tugas Khusus juga harus menyediakan tempat atau ruang isolasi bila ada calon penumpang yang terinfeksi covid-19 melalui tes usap berbasis antigen.

Pemerintah Provinsi Lampung telah menyediakan beberapa fasilitas isolasi seperti rusun dan wisma bila dibutuhkan. Pemerintah Pusat memberi dukungan dengan menyiapkan hotel atau losmen yang tersedia di wilayah Lampung.

Jika ada warga terinfeksi covid-19 dan bergejala, maka Dinas Kesehatan harus segera merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah atau Rumah Sakit lain yang telah ditunjuk di wilayah setempat. “Kalau ini masih kurang, maka Pemerintah Pusat akan menyiapkan hotel atau losmen yang tersedia di wilayah Lampung,” katanya. (Tri Wahyuni)