TKN Jokowi-Ma’ruf Imbau Kubu Prabowo Tak Gunakan Isu Agama

0
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto

JAKARTA (Suara Karya): Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengimbau kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar tidak menggunakan isu-isu agama hanya karena ambisi kekuasaan. Bila itu dilakukan, dia khawatir akan kualat di kemudian hari.

Dia mengatakan hal itu, menanggapi penolakan kubu Prabowo-Sandi yang ditantang tes baca Alquran oleh Dewan Ikatan Dai Aceh (DIDA) sebagai bentuk koreksi bagi pihak yang kerap menggunakan isu-isu agama Islam dalam politik.

“Permintaan tes baca Alquran itu sebagai sebuah cara dari masyarakat Aceh untuk mengoreksi pihak yang kerap menggunakan isu-isu agama Islam dalam politik. Karena selama ini, isu agama dijadikan sebagai alat politik adu domba atau devide et impera,” ujar Hasto, dalam konferensi pers, di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Minggu (30/12/2018).

Dia menilai, permintaan DIDA kepada kandidat Pilpres 2019 untuk tes baca Alquran, menjadi semacam pukulan uppercut buat pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sementara kubu Jokowi-KH Ma’ruf yang kerap diserang isu agama, ternyata bersedia bila ada tes baca Alquran.

“Yang keberatan justru pihak Prabowo-Sandi. Alasan penolakannya bahwa konstitusi tidak mewajibkan tes demikian. Jadi akhirnya seperti peribahasa, menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Kalau mau dianalogikan, mula-mula dalam tinju itu pukulan haymaker punch yang bikin perut mules. Baca Alquran jadi perutnya mules gitu. Tapi kan ternyata menjadi uppercut. Sehingga kembalilah kepada konstitusi,” kata Hasto lagi.

Karenanya, dia berpesan utama agar semua masalah jangan pernah mempermainkan isu agama, yang seharusnya untuk membangun peradaban.

“Sudah jelas semua kebijakan pemerintahan Jokowi bersifat Islami. Entah itu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), maupun Program Keluarga Harapan, semuanya sesuai dengan nolai-nilai Islam. Masalah muncul karena ada yang kemudian mempertentangkan seolah-olah pemerintahan Jokowi tidak Islami,” katanya menambahkan.

Soal sikap resmi TKN menyangkut tes Alquran, Hasto berpendapat, baik Jokowi maupun Kiai Ma’ruf siap mengikuti tes tersebut. Namun kembali ke UUD 1945, bahwa semua sudah diatur syarat menjadi pemimpin nasional. Semisal taqwa kepada Tuhan Yang Mahe Esa, setia terhadap Pancasila dan UUD 1945, dan lain-lain.

Persyaratan presiden dan wakil presiden itu, ujarnya, sepenuhnya mengacu kepada Pasal 10 dari Peraturan KPU Nomor 22. Namun dengan ajakan baca Alquran ini, dia meminta jangan lagi meragukan ke-Islam-an Jokowi dan KH Ma’ruf Amin.

“Makanya, jangan gunakan isu-isu agama dengan cara-cara seperti itu hanya karena ambisi kekuasaan. Orang Jawa bilang nanti kualat,” kata Hasto. (Gan)