Total Kasus Positif Covid-19 per 24 Agustus Tembus Angka 155.412

0
(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan adanya trend penurunan kasus secara signifikan. Begitupun kasus covid-19 di tingkat di dunia.

Dari data yang dikutip lewat Instagram resmi Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan disebutkan, total kasus positif covid-19 pada Senin (25/8/20) menunjukkan angka 155.412 orang. Dibanding kasus sebelumnya, kenaikan terjadi lagi hari ini hingga 1.877 kasus!

Untuk kematian akibat covid-19 masih terbilang tinggi. Tercatat ada kenaikan 79 orang, dari 6.680 menjadi 6.759 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh hari ini juga cukup banyak mencapai 3.560 dari sebelumnya 107.500 menjadi 111.060 orang.

Kasus covid di tingkat dunia, dilaporkan masih tinggi. Total pasien positif hari ini mencapai 23.434.221 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 225.729 kasus dibanding kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Wiku Adisasmito dalam konferensi pers menyatakan, Satgas tak lagi mengumumkan data harian perkembangan kasus covid-19. Update kasus harian bisa dilihat di portal www.covid19.go.id.

Kementerian Kesehatan juga mengganti istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan sebutan suspek. Hari ini ada kenaikan kasus suspek dibanding kemarin sebanyak 1.223 kasus dari 75.745 menjadi 76.745 kasus. Sedangkan istilah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga diganti menjadi spesimen. Dilaporkan, hari ini ada penurunan spesimen 2.757 kasus, dari 22.152 menjadi 19.395 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus suspek belum menunjukkan gejala sakit, tetapi memiliki riwayat kontak dengan orang yang diduga positif covid-19. Sedangkan spesimen adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. Mereka juga sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

Disebutkan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

Hari ini ada 5 provinsi yang melaporkan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu DKI Jakarta 633 kasus, Jawa Timur 320 kasus, Jawa Tengah 152 kasus, Jawa Barat 147 kasus dan Papua 83 kasus.

Sementara itu, data 6 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta 34.103 kasus, Jawa Timur 30.635 kasus, Jawa Tengah 12.628 kasus, Sulawesi Selatan 11.516 kasus, Jawa Barat 9.420 kasus dan Kalimantan Selatan 7.838 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh ada kenaikan 30 menjadi 1.241 kasus, Bali ada kenaikan 63 menjadi 4.576 kasus, Banten naik 61 menjadi 2.605 kasus, Bangka Belitung tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 228 kasus, Bengkulu ada kenaikan 1 menjadi 289 kasus dan Yogyakarta ada kenaikan 14 menjadi 1.207 kasus.

Berikutnya, Jambi dilaporkan tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 274 kasus, Kalimantan Barat ada kenaikan 12 menjadi 578 kasus, Kalimantan Timur naik 44 menjadi 3.145 kasus, Kalimantan Tengah ada kenaikan 17 menjadi 2.427 kasus dan Kalimantan utara ada kenaikan 12 hari ini menjadi 357 kasus.

Kemudian, Kepulauan Riau ada kenaikan 11 hari ini menjadi 756 kasus, Nusa Tenggara Barat ada kenaikan 14 menjadi 2.596 kasus, Sumatera Selatan naik 32 menjadi 4.157 kasus, Sumatera Barat naik 26 menjadi 1.659 kasus, Sulawesi Utara naik 2 menjadi 3.554 kasus, Sumatera Utara naik 37 menjadi 6.166 kasus dan Sulawesi Tenggara hari ini ada kenaikan 4 menjadi 1.327 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah ada kenaikan 1 menjadi 239 kasus, Lampung ada kenaikan 3 menjadi 365 kasus, Riau naik 42 menjadi 1.279 kasus, Maluku Utara ada kenaikan 4 menjadi 1.778 kasus dan Maluku ada kenaikan juga hari ini 12 menjadi 1.677 kasus.

Selain itu, Papua Barat ada kenaikan 10 menjadi 659 kasus, Papua ada kenaikan 83 menjadi 3.650 kasus, Sulawesi Barat ada kenaikan 1 menjadi 353 kasus, Nusa Tenggara Timur tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 171 kasus dan Gorontalo tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 1.959 kasus.

Disebutkan, terjadi penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 3.560 dari 107.5000 menjadi 111.060 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu, pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Pesan kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita semua tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan.

Bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Sekali lagi diingatkan tentang pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)