Try Out SNBT Zenius: 90% Siswa Dapat Skor Dibawah KM

0

JAKARTA (Suara Karya): Try out Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang merujuk pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) oleh platform edukasi teknologi, Zenius memberi hasil yang mengejutkan. Sekitar 90 persen siswa dapat skor dibawah Kompetensi Minimum (KM).

“Hasilnya memang mengejutkan. SNBT UTBK yang dianggap akan lebih mudah, ternyata berbanding terbalik dengan fakta di lapangan,” kata Founder dan Chief Education Officer Zenius, Sabda PS dalam siaran pers, Kamis (6/10/22).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) membuat peraturan baru terkait seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Jalur SNBT yang dulu dikenal sebagai SBMPTN mendapat perhatian lebih karena menjadi jalur penerimaan mahasiswa baru dengan kuota terbesar dibanding Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan jalur Mandiri.

Perubahan terbesar pada jalur SNBT adalah dihapusnya tes kemampuan akademik (TKA), sehingga menyisakan tes potensi skolastik (TPS). Tes tersebut mengukur potensi kognitif, penalaran matematika, literasi berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris siswa.

Menyikapi perubahan itu, Sabda menambahkan, Zenius bergerak cepat dengan membuat konten-konten pembelajaran yang sudah disesuaikan. Terutama soal-soal yang merujuk UTBK di SNBT.

“Adanya perubahan UTBK tahun depan mendorong Zenius untuk mengembangkan Try out SNBT dengan materi dan soal yang mengakomodir kebutuhan siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi UTBK yang baru,” ujarnya.

Pelaksanaan try out SNBT terbaru yang digelar Zenius dan New Primagama pada 17-25 September 2022 diikuti 17.043 siswa mulai dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Dari jumlah tersebut, 93,7 persen atau hampir 16 ribu siswa tidak mencapai kompetensi minimum. Sementara, hanya 6,3 persen atau seribu siswa yang mencapai kompetensi minimum.

Kompetensi minimum pada try out SNBT UTBK di Zenius berada pada angka 500 dari nilai maksimum 1.000. Skor itu ditetapkan berdasarkan skor rata-rata UTBK tahun lalu, di mana untuk kelompok Saintek memiliki skor rata-rata sebesar 665,86, sementara Soshum memiliki skor rata-rata 690,02.

Skor yang ditetapkan oleh Zenius pada TO SNBT UTBK kali ini jauh dari rata-rata skor UTBK tahun lalu, karena meski kompetensi minimum pada setiap fakultas/kampus berbeda-beda, tapi sangat kecil kemungkinan untuk lolos UTBK jika nilai siswa di bawah 500.

“TPS memang memiliki tantangan tersendiri, karena siswa dituntut untuk bernalar dan menerapkan konsep yang mereka pelajari dalam mengerjakan soal. Hal itu menunjukkan pentingnya persiapan siswa dalam memahami konsep dan tidak hanya menghafal mata pelajaran agar siap menghadapi UTBK tahun depan,” ucap Sabda.

Untuk membiasakan siswa dalam mendalami materi-materi soal potensi skolastik, Zenius akan kembali menggelar try out serupa pada 3-9 Oktober mendatang.

Try out itu bebas biaya san bisa diakses oleh seluruh siswa kelas 12 dan gap year, kapanpun dan di manapun selama periode try out berlangsung.

Sebagai platform edukasi yang selalu menekankan pada pemahaman konsep dan latihan soal secara konsisten, lanjut Sabda, Zenius secara rutin menggelar try out (TO), mulai dari TO Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang bekerja sama dengan beberapa dinas, hingga TO UTBK yang dilakukan 2 minggu sekali.

“Hal itu dilakukan agar siswa terbiasa menghadapi soal-soal yang ada pada UTBK,” ujarnya.

Siswa yang ingin mencoba atau melihat seperti apa soal-soal TPS di UTBK tahun depan bisa melakukan registrasi try out SNBT 2023 by Zenius & New Primagama. (Tri Wahyuni)