Tsunami Banten, Korban Meninggal Sudah 397 Orang

0

JAKARTA (Suara Karya): Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya M. Syaugie mengatakan, total korban meninggal hingga pukul 09.00 WIB, berjumlah 397 orang. Mereka yang meninggal dampak dari tsunami Banten pada Sabtu (22/12/2018) yang terjadi sekitar pukul 21.27 WIB.

“Dalam rangka mengevakuasi korban, sampai hari ini jam 09.00 WIB tadi, sudah 397 orang yang meninggal dunia yang luka-luka 1.028, hilang 77 orang,” kata Syaugie di Kecamatan Labuan, Banten, Selasa (25/12/2018).

Dalam melakukan evakuasi para korban tsunami, ia mengerahkan 250 orang yang mana personel dari Jakarta, Bandung dan Lampung. “Tentunya ini tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD maupun pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Ia pun menyebut, pihaknya melakukan evakuasi di enam sektor yang mana empat sektor berada di pulau Jawa seperti Anyer, Carita, Labuan dan Tanjung Lesung hingga ke Sumur. Dan dua sektor lagi berada di kawasan Lampung.

“Kita kerahkan dua helikopter Basarnas dan dua perahu karet untuk mengamabil katakan korban-korban yang masih terisolir di pulau-pulau sekitar pulau Jawa ini. Kami berharap sinergitas yang baik ini antara Basarnas, TNI, Polri maupun stakeholder yang lain dalam rangka mempercepat proses evakuasi ini dapat terlaksana dengan baik,” sebutnya.

“Mudah-mudahan cuaca mendukung, karena tadi saya baru saja mengecheck sampai Tanjung Lesung lewat udara banyak di situ kejadian-kejadian atau puing-puing yang masih ada, kemudian saya melihat tim Basarnas, TNI dan Polri menyusuri pantai itu sampai ke selatan. Kalau-kalau masih ada lagi korban yang belum ditemukan begitu,” sambungnya.

Jenderal bintang tiga ini pun mengaku, pihaknya akan lebih fokus mencari para korban di daerah Labuan.

“Ya, saya khususnya meninjau dari tim SAR gabungan ya, tim SAR Basarnas yang ada di Labuan ini khususnya. Tadi kami sudah dari Anyer, Carita sampai Tanjung Lesung. Nah sekarang fokusnya di sini (Labuan), untuk memastikan dan menyakinkan tim SAR gabungan ini khususnya Basarnas melakukan evakuasi cepat dan benar, karena kita dealin dengan waktu tentunya,” pungkasnya. (Andara Yuni)