Tunjangan Kepsek dan Pengawas akan Dinaikkan 2-3 Kali Lipat

0

MEDAN (Suara Karya): Pemerintah akan menaikkan tunjangan bagi kepala sekolah (kepsek) dan pengawas sekolah sebesar 2-3 kali lipat. Dengan demikian, jabatan kepsek maupun pengawas benar-benar diisi oleh orang yang berkualitas.

“Selama ini jabatan pengawas sekolah dianggap sebagai buangan. Lewat tunjangan berlipat itu kami ingin naikkan derajat kepsek dan pengawas,” kata Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Supriano di kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/4/2019).

Usai membuka Pekan Pendidikan dan Kebudayaan, Supriano menambahkan, skema kenaikan tunjangan bagi kepsek dan pengawas masih dibahas di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

“Karena tambahan tunjangan itu baru diberikan ke kepsek dan pengawas yang sudah menjadi aparatur sipil negara (ASN), bukan kalangan swasta,” tuturnya.

Ditanya alasan kenaikan tunjangan itu, Supriano mengatakan, hal itu dilakukan untuk perbaikan pendidikan di Indonesia. Orang enggan dipilih menjadi kepsek karena digaji sama dengan guru lain, meski mendapat tambahan pekerjaan.

“Begitupun pengawas sekolah, yang dianggap sebagai buangan. Akibatnya, jabatan pengawas bisa diisi oleh siapa saja. Tak perlu seleksi ketat bagi para mantan kepsek yang akan mengisi jabatan tersebut,” tuturnya.

Padahal, lanjut Supriano, jabatan pengawas itu sebenarnya sangat bergengsi. Karena memiliki tugas dan fungsi yang berat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Kualitas pendidikan kita tidak kunjung naik, ternyata karena posisi puncak di sekolah atau kepsek banyak diisi oleh orang yang tidak memiliki kompetensi yang tinggi,” katanya.

Karena itu, ditambahkan Supriano, melalui kenaikan tunjangan kepsek dan pengawas sekolah diharapkan mendorong para guru untuk berkompetisi mengisi jabatan kepsek dan pengawas diisi oleh mantan kepsek berkualitas.

“Nantinya jabatan kepsek benar-benar diisi oleh guru berkualitas, bukan asal mau. Jabatan pengawas pun diisi para mantan kepsek berkualitas. Upaya itu akan mendorong peningkatan mutu pendidikan di Tanah Air,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Supriano, kepala dan pengawas sekolah merupakan jabatan karir, tak lagi sebagai tugas tambahan bagi guru. Jabatan kepsek tetap diperhitungkan dalam pemenuhan kewajiban 24 jam mengajar per minggu.

“Sebaiknya kepsek tidak mengajar, tetapi menjalankan tugas sebagai manajer sekolah,” kata Supriano seraya menambahkan jumlah kepsek ASN sekitar 300 ribuan orang se-Indonesia. (Tri Wahyuni)