Uang Perusahaan Disita Polda Sumsel, PT Campang Tiga Tak Bisa Beroperasi

0

JAKARTA (Suara Karya): Pengusaha kelapa sawit asal Sumatera Selatan (Sumsel) Mularis Djahri, menyayangkan tindakan penyitaan uang Rp 21 miliar miliknya (PT Campang Tiga) yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel terkait kasus yang membelitnya.

“Uang senilai Rp 21 miliar yang disita polisi tersebut sangat disayangkan oleh klien kita (Mularis Djahri) sehingga berakibat perusahaan milikinya kini tidak bisa beroperasi,” kata Alex Noven kuasa hukum Mularis, seperti dikutip infosumsel.id pada Selasa, (16 /8/ 2022).

Menurut Alex, kliennya merasa dikriminalisasi dan patut diduga penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sumsel melanggar prosedur. Tidak hanya itu, Alex juga mengatakan bahwa dampak lainnya yakni para pekerja yang berjumlah sekitar 1.000 orang kini tidak bisa dibayar sehingga terancam PHK.

Diungkapkan Alex bahwa laporan yang membuat kliennya ditahan merupakan model A yang berarti polisi yang melaporkannya, sedangkan untuk informasi bahwa LPI tidak membuat laporan mengenai hal tersebut. yang menurutnya tidak masuk akal hingga saat ini dari PT LPI sendiri tidak ada laporannya.

“Ini artinya ada masalah, oleh karena itu klien kami merasa dikriminalisasi dan terzolimi ditambah lagi anaknya yang tua Hendra Saputra juga ikut ditangkap,” katanya.

Maka dari itu, kliennya berkirim surat kepada Kadiv Propram Mabes Polri pada 12 Agustus 2022. Isi surat tersebut yakni permohonan pengawasan dan pemeriksaan atas dugaan penyimpangan dalam proses penyidikan Laporan Polisi No LP/A/216/XII.292:1/SPKT.Ditreskrimsus Polda Sumsel.