UKBI Adaptif jadi Alat Ukur Kemahiran Berbahasa di Perguruan Tinggi

0

JAKARTA (Suara Karya): Ujian Kompetensi Bahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka akan menjadi alat ukur kemahiran berbahasa Indonesia bagi insan di perguruan tinggi. Kemahiran itu meliputi kemahiran berbicara, menulis, membaca, mendengarkan dan kemahiran dalam merespons kaidah.

“Kemahiran itu juga meliputi 4 empat bagian lain, yaitu kemahiran berbahasa sintas, sosial, vokasional dan akademik,” kata Kepala Pusat Pembinaan dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Muhammad Abdul Khak secara daring Senin (4/10/21).

Untuk itu, lanjut Abdul Khak, pihaknya melakukan sosialisasi dan diseminasi Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Pemangku Kepentingan di Perguruan Tinggi Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kegiatan tersebut diikuti 42 dosen pada 4-5 Oktober 2021.

Kegiatan tersebut sekaligus untuk promosi UKBI Adaptif di kalangan insan perguruan tinggi. UKBI Adaptif tersedia dalam tiga layanan, yaitu berbasis kertas, berbasis jaringan komputer dan berbasis jaringan internet

Khak menambahkan, UKBI Adaptif dapat mengukur kemahiran berbahasa dari tingkat terendah hingga tertinggi. Kemahiran mendengar dan membaca sangat diperlukan oleh setiap profesi dan jabatan. Pada beberapa pekerjaan, kemahiran berbicara dan menulis juga diperlukan.

“Itu artinya, UKBI Adaptif dapat digunakan untuk menyeleksi calon pegawai dalam hampir semua pekerjaan/profesi,” ujarnya.

Pada level pimpinan atau manajer, lanjut Khak, ke-4 kemahiran itu bahkan mutlak diperlukan. Karena selain keahlian khusus sesuai bidang ilmunya, UKBI Adaptif juga sangat diperlukan dalam seleksi calon pimpinan atau manajer. “Itu empat kemahiran dasar yang harus dimiliki profesi apa pun,” tuturnya.

Menurut Khak, UKBI Adaptif tak hanya digunakan untuk seleksi pekerjaan, tetapi juga memetakan kompetensi dasar para staf di lembaga pemerintah dan swasta, maupun dosen di perguruan tinggi. Bagi siswa, sertifikat UKBI dapat menjadi pendamping ijazah.

“Hasil uji kompetensi itu sangat ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam menyerap informasi, apakah orangnya reseptif. Karena itu, faktor kecerdasan dasar dan usia sangat menentukan hasil uji,” ucapnya.

Ditambahkan, kompetensi berbicara dan menulis ditentukan oleh kecerdasan, pernalaran, sistematika berpikir dan pelatihan. Peserta uji yang terbiasa membaca data, bagan, tabel, disertai kebiasaan menulis sistematis, hal itu akan mendapatkan nilai yang bagus.

Pemanfaatan UKBI Adaptif Merdeka bagi masyarakat dapat dilakukan dengan cara mengujikannya pada tenaga profesional dan calon tenaga profesional seluruh Indonesia. Masyarakat dapat mengetahui tingkat kemahirannya dalam berbahasa Indonesia.

Selain itu, lanjut Khak, masyarakat dapat memanfaatkan hasil UKBI dalam bentuk sertifikat sebagai pendamping kelulusan pada pendidikan dasar dan menengah, pendidikan tinggi, sertifikasi profesi.dan syarat administrasi lainnya. (Tri Wahyuni)