Suara Karya

UKM Tourism in Art Trisakti Raih Hibah PHP2D dari Kemdikbud

Foto: (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tourism in Art Trisakti (TIAT), Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti meraih hibah Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa (PHP2D) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

“Kami bersyukur sekali, karena 2 UKM dari STP Trisakti lolos seleksi PHP2D tahun ini. Selain UKM TIAT, juga ada UKM Trisakti Destination Club (TDC),” kata Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati dalam keterangan pers, Minggu (8/11/20).

Fetty menjelaskan, kegiatan UKM TIAT adalah bina desa untuk memajukan perekonomian desa Tugu Utara Bogor. Mahasiswa yang terlibat ada 11 orang dan 1 dosen pembimbing.

“Kegiatan itu didukung Kepala Desa Tugu Utara, Asep Mamun Nawawi dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewi Amarta,” kata Fetty seraya menambahkan ada 253 proposal PHP2D seluruh Indonesia yang lolos.

Disebutkan, 11 mahasiswa yang akan melakukan kegiatan PHP2D yaitu Carolina Patricia, Tessalonica Thereza Juniarty Br. Sitompul, Alya Annisa Utami, Zalfa Qodrischa Nadifa, Boby Dimas Parwoto, Marco Chang, Debby Fitriani, Birgitta Cahyanigtyas Warso Soejoto, Theresia Meily Mulyadi, Amabel Kezia Sultana dan Vina Orvala.

Kegiatan yang dilakukan Tim UKM TIAT seperti pengecatan trotoar dengan warna pelangi, pemasangan spot payung, spot bola, pengecatan jembatan, pembuatan tugu angklung dan pelatihan pengelolaan wisata. Objek kegiatan di wilayah Telaga Saat Puncak Bogor.

“Telaga Saat yang awalnya tak terlalu ramai, kini menjadi objek wisata yang ramai. Keindahan alam di Telaga Saat yang sudah indah, jadi terlihat lebih menarik setelah ditata. Tinggal bagaimana mengembangkan ide untuk lebih mempopulerkannya,” tutur Fetty.

Ditambahkan, masyarakat sekitar Telaga Saat atau Desa Tugu Utara saat ini tengah mengalami perubahan ekonomi. Telaga Saat menjadi destinasi wisata. Untuk masuk ke wilayah tersebut, pengunjung wajib membeli tiket masuk Rp10.000 untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3).

“Sebelumnya masyarakat di Telaga Saat adalah buruh kopi, pekerja lepas, pedagang, dan lainnya. Tetapi sekarang mulai buka usaha kuliner untuk mendukung pariwisata disana. Hal itu tentu saja akan menambah perekonomian desa,” ujarnya.

Fetty berharap, program PHP2D dapat membuat masyarakat Desa Tugu Utara, Bogor untuk terus termotivasi dalam menjaga, mengembangkan dan memajukan desanya.

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa lewat PHP2D, lanjut Fetty, nantinya akan dikonversi ke mata kuliah yang sesuai dengan kegiatan tersebut. (Tri Wahyuni)

Related posts