Ukur Capaian Kompetensi, Kemenag Gelar Imtihan Wathani bagi 6.219 Santri

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Ujian Akhir Berstandar Nasional (Imtihan Wathani) tahun ajaran 1443 H/2022 M bagi santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

PDF adalah pendidikan pesantren yang membuka jalur pendidikan formal sesuai kekhasan pesantren berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur. Saat ini ada 3 jenjang PDF, Ula (setingkat MI/SD), Wustha (setingkat MTs/SMP) dan Ulya (setingkat MA/SMA/SMK).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, Imtihan Wathani akan berlangsung pada 26-28 Februari 2022. Ujian itu akan diikuti 6.219 santri dari 86 PDF yang telah mendapat izin operasional.

“Imtihan Wathani diadakan untuk mengukur capaian kompetensi santri PDF selama mengikuti proses pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, siswa akan mematuhi protokol kesehatan,” kata Ramdhani dalam siaran pers, Kamis (17/2/22).

Pelaksanaan Imtihan Wathani sekaligus untuk menjaga mutu PDF sebagai bagian dari entitas pendidikan pesantren. Hal itu sejalan dengan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, mengatakan, Imtihan Wathani tahun ini merupakan perhelatan yang kelima. Imtihan Wathani pertama digelar pada 1438 H/2018 M.

“Dari tahun ke tahun, penyelenggaraan Imtihan Wathani terus mengalami peningkatan, baik dari sisi jumlah peserta maupun model yang digunakan,” ucapnya.

Imtihan Wathani pertama pada 1438 H/2018 M, lanjut Waryono, hanya diikuti 827 santri. Tahun berikutnya, sebanyak 2.185 santri. Model ujian pada 2 tahun pertama menggunakan paper best test (PBT).

Sejak 1440 H/2020 M, Imtihan Wathani digelar dengan PBT dan Computer Based Test (CBT). Ujian tersebut diikuti 3.500 santri. Pada 1441H/2021M, peserta Imtihan Wathani kembali bertambah menjadi 5.044 santri.

“Tahun ini, ada 6.219 santri yang ikut ambil bagian dalam PBT dan CBT Imtihan Wathani. Ada peningkatan siginifikan atas jumlah santri yang mengikuti model CBT dari tahun ke tahun,” paparnya.

Waryono menilai Imtihan Wathani terbilang istimewa, karena tetap menjaga tradisi keilmuan pesantren pada materi yang diujikan. Semua materi juga menggunakan Bahasa Arab.

Untuk jenjang PDF Ulya, materi ujiannya adalah Tafsir-Ilmu Tafsir, Hadits-Ilmu Hadits, Fiqh-Ushul Fiqh, Bahasa Arab dan Nahwu-Sharf. Pada PDF Wustha adalah Tafsir, Hadits, Fiqh, Bahasa Arab dan Nahwu-Sharf. (Tri Wahyuni)