UMKM Binaan APP Sinar Mas Berhasil Perluas Pangsa Pasar

0

JAKARTA (Suara Karya): Sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan APP Sinar Mas berhasil memperluas pangsa pasar setelah mengikuti program Inkubasi Bisnis bekerja sama Yayasan Doktor Sjahrir dan Womenpreneur Community.

Pemilik usaha kuliner makanan ringan binaan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Perawang Provinsi Riau, Tatik mengatakan dirinya mengalami kenaikan omset hingga 2 kali lipat setelah mengikuti pelatihan inkubasi tersebut.

“Saya benar-benar menikmati berkah Ramadhan kali ini, pesanan sampai 300 kilogram untuk beragam jenis kripik,” ujar Tatik dalam webinar Pengembangan Bisnis UMKM yang digelar Senin (25/4/22).

Tatik mengisahkan awalnya menjalankan usaha secara sederhana pada 2021, bahkan usaha tersebut nyaris gulung tikar lantaran adanya pandemi covid-19.

Namun setelah ikut program inkubasi bisnis selama 2bulan, serta mendapat pendampingan dari para mentor membuat usahanya berkembang pesat.

Apalagi, sejak ia mendapat tambahan modal sebagai reward/penghargaan atas terpilih sebagai salah satu dari 5 UMKM terbaik untuk program tersebut.

Tatik kini terus berkreasi dalam produk-produknya, tak hanya kripik singkong, tetapi juga kripik udang dan stik kentang yang semuanya sudah masuk ke toko oleh-oleh Pekan Baru. Produk terbarunya adalah ‘stik kawin’ (perpaduan antara sawi dan keju).

Hal senada dikemukakan pelaku UMKM asal Mojokerto, Lailatul binaan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Ia juga mampu memperluas pasar dengan menjadi salah satu oleh-oleh pilihan asal daerah setempat melalui produk kripik singkong.

“Awalnya saya sama sekali tidak tahu cara berbisnis, apalagi stateginya. Namun sejak ikut program inkubasi, akhirnya usaha berkembang dan kini saya punya distributor sendiri,” tuturnya.

Produk Lailatul kini dibranding menjadi makanan kekinian dengan label ‘isokaya’ yang menawarkan keunikan berupa kripik singkong rasa kentang. Bahkan, sejumlah pejabat asal Sidoarjo ikut memesan produk tersebut untuk dijadikan oleh-oleh.

Salah seorang mentor program, Lily dari PT IKPP Tangerang menyebut sejumlah tantangan untuk mengangkat pelaku UMKM agar naik kelas. Namun berkat pendampingan membuat pelaku UMKM dapat percaya diri merambah pasar nasional.

“Kami mengawal setidaknya 20 UMKM, mulai dari mengajarkan cara membuat laporan keuangan, menetapkan target, membranding produk hingga mencarikan pasarnya,” kata Lily.

Sementara itu, Ketua Yayasan Doktor Syarir (YDS), Kartini Sjahrir mengatakan program pemberdayaan perempuan dari sisi bisnis UMKM merupakan wujud nyata emansipasi perempuan sesuai semangat yang disuarakan RA Kartini.

“Emansipasi itu adalah bagaimana memberi kesempatan dan peluang sebesar-besarnya bagi perempuan untuk berkiprah di segala bidang, terutama UMKM,” ujarnya.

Melalui UMKM tak dapat disangkal, bahwa perempuan ikut berperan dalam ketahanan ekonomi keluarga terutama di tengah pandemi.

Untuk itu, upaya yang dilakukan APP Sinar Mas dalam membina pelaku UMKM dari kalangan “emak-emak” ini patut diapresiasi dan ditularkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Koordinator Womenpreneur Community Irma Sustika menambahkan, program yang dijalankan sejak Oktober 2021 ini diikuti 40 pelaku UMKM yang tersebar di sejumlah provinsi.

Para pelaku UMKM binaan APP Sinar Mas ini bergerak pada usaha kuliner, kerajinan dan jasa. Mereka dibina secara berkesinambungan dari Oktober hingga Desember 2021 untuk memperluas akses pasar yang menyasar pasar nasional hingga global.

Mereka juga diberi pendampingan untuk mendigitalisasi bisnis sehingga diharapkan dapat merambah bisnis e-commmerce. Sejauh ini sejumlah produk sudah masuk dalam bisnis e-commerce melalui kanal Karyaperempuan.id.

“Kami memberi kesempatan untuk beberapa produk unggulan lokal untuk dikurasi agar menembus pasar di Belanda,” katanya.

Melalui sinergi antara masyarakat, YDS dan APP Sinar Mas, diharapkan, memberi manfaat yang besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, kelestarian lingkungan dan ikut menjaga bumi kita dari ancaman terbesar, yakni perubahan iklim,” kata Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas, Elim Sritaba. (Tri Wahyuni)