UNDP-BAZNAS Bersinergi Manfaatkan Keuangan Syariah

0
Kiri kekanan: Director Syariah Investment Management, PT Principal Asset Management FadlulImansyah; Wakil Ketua BAZNAS, Dr.Zainulbahar Noor; Resident Representative, UNDP Indonesia Christophe Bahuet; CEO PT Principal Asset Management, Agung Budiono; dan CEO PT AmmanaFintek Syariah, Lutfi Adhiansyah. (Suarakarya.co.id/BAZNAS)

JAKARTA (Suara Karya): United Nations Development Programme (UNDP) bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), PT Principal Asset Management (Principal), dan PT Ammana Fintek Syariah (Ammana) hari ini meluncurkan kemitraan baru untuk mendukung pemulihan COVID-19 dan pembangunan ekonomi untuk masyarakat rentan di Indonesia.

Kemitraan ini merupakan bagian dari respons sosial-ekonomi UNDP terhadap COVID-19 di Indonesia yang bekerjasama dengan pemerintah, sektor swasta, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kemitraan ini bertolak dari keberhasilan proyek UNDP-BAZNAS yang membangun lima pembangkit listrik mikrohidro untuk menyediakan listrik yang sangat dibutuhkan bagi lebih dari 4.000 penduduk miskin di daerah terpencil di Jambi. Kemitraan yang ditandatangani hari ini di Principal Institute memungkinkan replikasi sinergi tersebut dan akan menyediakan program pemulihan bencana kepada sekitar 10.000 orang di desa Sambil Elen, Lombok dan desa Tuva di Sulawesi Tengah. Selain itu, kemitraan ini juga akan berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya yang terkait dengan kemiskinan, ketimpangan, dan energi.

Memorandum of Understanding yang baru ditandatangani akan membantu pemanfaatan dana filantropi Islam dan fintech syariah. Dengan akses ke energi, penduduk di desa-desa tersebut akan dapat mengolah komoditas lokal, seperti kopi, jambu mete, madu, dan karet, menjadi produk jadi untuk dijual. Proyek ini juga memungkinkan warga desa memperoleh keterampilan baru, yaitu meningkatkan produksi tanaman dan memelihara perkebunan untuk bisnis yang tangguh dan berkelanjutan, yang berfokus pada komoditaslokal.

“Pandemi COVID-19 memiliki dampak social-ekonomi yang destruktif. Situasi ini menambah tantangan pemulihan dan pembangunan pada masyarakat yang rentan atau menderita dari bencana alam baru-baru ini. UNDP berkomitmen membantu membangun kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang yang terkenadampak. Inilah yang akan kita lakukan melalui kerangka kemitraan baruini.” Kata Christophe Bahuet, KepalaPerwakilan UNDP.

Pemanfaatan ekonomi lokal akan memberikan peluang bagi mereka yang terdampak pandemi, untukmembangun kembali dengan lebih baik (dengan prinsip Build Back Better).

“Principal, sebagai perusahaan manajemen aset pertama yang berkolaborasi dengan UNDP sebagai mitra, percaya bahwa kerjasama ini akan berkontribusi dalam mencapai SDGs dan memberikan dampak signifikan kepada masyarakat,” ujar Agung Budiono, CEO Principal.

“Principal dan UNDP memilikimisi yang sama, tidak hanya untuk menciptakan dampak positif dalam aspek sosio-ekonomi dan lingkungan, tetapi juga untuk menginspirasi masyarakat, investor, bisnis, dan pihak lainnya di Indonesia untuk mendukung pencapaian SDGs dengan melibatkan lebih banyak upaya filantrofi.”

“Karena SDGs sangat sejalan dengan nilai Ekonomi Islam dan pasca-pandemi memberikan urgensi dalam pendanaan yang etis dan digital untuk pemulihan ekonomi, Ammana sebagai fintech P2P Syariah mengeksekusi respons bersama dengan UNDP dan BAZNAS untuk mengambil peran itu,” terang Lutfi Adhiansyah, CEO AmmanaFintek Syariah.

Kemitraan ini dilaksanakan melalui Innovative Finacing Lab UNDP dengan tujuan meningkatkan dan memanfaatkan keuangan social, seperti zakat dan hibahmikro yang ditargetkan melalui perusahaan fintech untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

UNDP adalah organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa terkemuka yang berjuang mengakhiri ketidakadilan kemiskinan, ketidaksetaraan, dan perubahan iklim. Bekerja dengan jaringan pakar dan mitra yang luas di 170 negara, kami membantu negara-negara membangun solusi yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi manusia dan bumi. www.undp.org.

BAZNAS Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan institusi yang dibentuk oleh Pemerintah Indonesia yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah pada tingkat nasional. BAZNAS merupakan Lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggungjawab kepada Presiden melalui Menteri Keagamaan. BAZNAS bersama Pemerintah bertanggungjawab mengawal pengelolaan zakat yang berasaskan syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastianh ukum, terintegrasi dan akuntabilitas.www.baznas.go.id

PT PRINCIPAL ASSET MANAGEMENT adalah gruplayanan keuangan global yang menyediakan solusi pensiun, asuransi, dan manajemen aset kepada lebih dari 22 juta pelanggan di lebih dari 80 negara. Misi Principal di Asia dan negara lainnya dengan pasar yang berkembang adalah untuk membantu perusahaan dan masyarakat mendapatkan perlindungan dan kemandirian finansial, sehingga mereka dapat mencapai tujuan keuangan jangka panjangnya dan meningkatkan kualitas keuangannya di masa depan. www.principal.co.id

PT AMMANA FINTECH SYARIAH adalah fintech (financial technology) syariah pertama di Indonesia yang dilisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Ammana hadir untuk mendukung kemajuan pelaku bisnis UMKM denga nmenjembatani pemberi pinjaman dan peminjam, menyediakan modal usaha yang halal melalui program pendanaan bersama atau halal crowdfunding. Ammana hadir sebagai perusahan pemberi pinjaman Peer-to-Peer (P2P) syariah dengan sistem pendanaan tidak langsung (non-direct funding), di mana UMKM diminta untuk menjadi anggota mitra keuangan syariah mikro yang terdaftar di Ammana. www.ammana.id For more information, contact: suryo.tomi@undp.org greget.buana@undp.org. (Pram)