UNICEF Beri Bantuan Tenda dan Mainan Edukasi ke Gempa Palu

0
?

JAKARTA (Suara Karya): Badan dunia untuk anak dan pendidikan, UNICEF memberi bantuan 450 tenda dan 300 boks mainan edukasi untuk pendidikan anak korban gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Bantuan diserahkan secara simbolik oleh perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Debora Comini kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Mendikbud mengaku senang bantuan UNICEF diberikan dalam bentuk tenda untuk sekolah darurat. Pasalnya, tenda semacam itu milik Kemdikbud tinggal 19 unit. Karena sebagian besar tenda sudah dimanfaatkan ke gempa lombok dan daerah lain.

“Kemdikbud sangat terbantu oleh UNICEF karena dapat mempercepat proses pembelajaran di kelas-kelas sementara. Seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali harus mendapat hak atas layanan pendidikan, termasuk mereka yang terdampak bencana,” ujarnya.

Proses pembelajaran yang terjadi, lanjut Mendikbud, dapat sekaligus menjadi terapi bagi anak-anak yang terdampak. Selain membantu keluarga untuk bangkit kembali.

“Model pembelajaran disini belum yang sesungguhnya, tapi masih berupa kegiatan-kegiatan yang bersifat trauma healing. Kelas tersebut tak hanya untuk siswa, tetapi juga gurunya,” kata Muhadjir menegaskan.

Pembelajaran yang sesungguhnya, Muhadjiran menambahkan, baru akan dilaksanakan jika siswa sudah berada di sekolah semi permanen. Pembangunan sekolah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rencananya akan dibangun 550 sekolah semi permanen.

Ditanya soal ujian nasional (UN), Mendikbud menegaskan, siswa terdampak gempa tetap harus ikut UN. Namun, waktu pelaksanaan dan materi soalnya akan dibuat berbeda dengan siswa lain di seluruh Indonesia.

Mendikbud menjelaskan, tenda bantuan itu nantinya akan dibangun di sekitar sekolah yang rusak, agar siswa terbiasa dengan lingkungan sekolahnya lagi. Mereka akan sekolah di tenda-tenda, sambil menunggu terbangunnya sekolah semi permanen.

“Setiap tenda UNICEF memiliki 2 ruang kelas. Tenda tersebut sudah ada di Balikpapan dan Surabaya, siap diangkut ke Palu dan Donggala,” ujar Muhadjir seraya menambahkan Kemdikbud akan menyediakan terpal atap dengan alokasi dana hingga Rp3 miliar.

Disebutkan, ada 1.149 sekolah mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA) dalam kondisi rusak berat di 4 kabupaten/kota yang terdampak langsung bencana gempa. Jumlah siswa yang terdampak mencapai 164.651 orang. (Tri Wahyuni)