Unika Atma Jaya Luncurkan Gerakan 1000 Lansia Melawan Pikun

0

JAKARTA (Suara Karya): Universitas Atma Jaya bekerja sama dengan Alzheimer’s Indonesia (ALZI) dan Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) meluncurkan ‘Gerakan 1000 Lansia Melawan Pikun’. Diharapkan, lansia dapat menjalani masa tuanya secara sehat dan bahagia.

“Lewat deteksi dini membantu keluarga terhindar dari dampak psikologis dan finansial yang lebih berat pada pasien alzheimer atau pikun,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Unika Atma Jaya, Prof Yuda Turana dalam acara talkshow bertajuk ‘Gerakan 1000 Lansia Melawan Pikun’, Jumat (27/5/22).

Talkshow yang digelar secara hybrid (daring dan luring) itu guna memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2022 yang jatuh pada 29 Mei.

Prof Yuda menjelaskan hasil risetnya tentang penyakit alzheimer atau dikenal dengan sebutan demensia atau pikun. Risetnya berfokus pada perkembangan penyakit pikun di tengah situasi pandemi covid-19 yang melanda dunia.

Alzheimer sendiri merupakan penyakit otak yang menyebabkan kehancuran memori, sehingga menimbulkan kebingungan, serta menurunkan kinerja berpikir dan berbicara penderitanya.

“Kondisi dan situasi yang dialami penderita alzheimer tak boleh diterima secara pasrah. Untuk itu, keluarga harus menciptakan ‘support system’ yang ideal bagi lansia,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Direktur Eksekutif Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI), Michael Dirk Roelof. Pencanangan #Gerakan1000LansiaMelawanPikun melalui serangkaian aktivitas dan kolaborasi dengan berbagai komunitas agar lansia memiliki wadah untuk tetap aktif dan produktif dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Alumni Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya itu menambahkan, tahun ini ALZI juga ingin melihat perubahan perilaku di kalangan anak muda terhadap lansia. Bersama Unika Atma Jaya dan sejumlah mitra, ALZI menggelar lomba TikTok #1000PemudaSayangOrtu melalui jaringan ALZI di seluruh Indonesia.

“Lomba tersebut diharapkan dapat menggerakkan generasi muda untuk menciptakan hubungan yang lebih bermakna dengan lansia, yang di mulai dari keluarga mereka masing-masing,” tuturnya.

Karena, lanjut Michael, terwujudnya lansia yang sehat dan mandiri akan lebih berarti dengan hadirnya dukungan dari pemerintah pusat dan daerah. Dukungan itu bisa berupa kebijakan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Lanjut Usia yang disahkan sejak 2014 oleh Pemda Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang hadir sebagai narasumber secara daring berbagi pengalaman dalam penanganan isu demensia dan lansia. Satu diantaranya, bersinergi dengan berbagai pihak guna mengupayakan kehidupan yang layak bagi para lansia di Jawa Tengah.

Beberapa waktu lalu, kami melakukan bedah rumah untuk lansia kurang mampu di Mangunharjo, Semarang dan memberi kursi roda bagi lansia disabilitas. Semoga upaya uni bisa menjadi inspirasi kaum muda untuk peduli terhadap lansia, “ katanya.

Menutup talkshow yang juga dihadiri Ketua Dewan Pembina ALZI, Eva Sabdono; Volunteer Yayasan Kebaya Indonesia, Rully Mallay; dan Direktur Eksekutif SurveyMETER, Ni Wayan Suriastini, Ganjar Pranowo memberi semangat kepada lansia.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung Gerakan Lansia Melawan Pikun. “Pemerintah Jawa Tengah berupaya membantu dan memberi kehidupan yang layak bagi para lansia, khususnya mereka yang terlantar,” ucap Ganjar.

Unika Atma Jaya sebagai institusi pendidikan juga berkomitmen dengan mengembangkan Atma Jaya Alzheimer Indonesia (ATZI) Center of Excellence, yang menjadi pusat pelayanan terpadu dengan fokus demensia alzheimer.

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya juga ikut berperan dalam mengembangkan penelitian kesehatan masyarakat. (Tri Wahyuni)