Unit Pengumpul Zakat Masjid Istiqlal, Contoh Pengembangan UPZ

0
Ketua Baznas Bambang Sudibyo didampingi Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Bahrul Hayat, meresmikan Badan amal dan zakat nasional (Baznas) dan membentuk unit pengumpul zakat (UPZ) Masjid Istiqlal, di Jakarta, Kamis (17/5).

JAKARTA (Suara Karya): Badan amal dan zakat nasional (Baznas) membentuk unit pengumpul zakat (UPZ) Masjid Istiqlal, Jakarta. Peresmian dilakukan Ketua Baznas Bambang Sudibyo dengan Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Bahrul Hayat, di Jakarta, Kamis (17/5).

“Kami membuat beberapa kanal untuk pembayaran zakat, infak dan sedekah bagi umat muslim yang mau menunaikan kewajibannya. Upaya jemput bola ini semoga mendapat respon baik,” kata Bambang Sudibyo usai acara.

Ia berharap, UPZ Masjid Istiqlal dapat menjadi contoh pengelolaan zakat bagi masjid di seluruh Indonesia. Dengan menjadi UPZ, maka masjid memiliki kewenangan untuk mengeluarkan bukti setor zakat yang dapat dijadikan sebagai pengurang penghasilan kena pajak.

“Kami ingin UPZ juga dapat dibentuk di masjid dibawah koordinator Baznas di wilayah masing-masing di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Ditambahkan, Baznas telah menetapkan standar, sistem dan prosedur kerja UPZ masjid dalam proses pengumpulan zakat. Dengan demikian, pelayanan mustahik dan penanggulangan kemiskinan melalui zakat, infak dan sedekah menjadi lebih terukur.

Dijelaskan, UPZ Baznas merupakan satuan organisasi yang dibentuk untuk mengumpulkan zakat di desa/kelurahan, instansi-instansi pemerintah dan swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri. Pendiriannya diamanatkan dalam UU No 23 Tahun 2011 dan Peraturan Baznas No 2 Tahun 2016.

“Sebelum membentuk UPZ, Masjid Istiqlal telah mengumpulkan zakat dari umat. Pendirian UPZ diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan profesionalitas pengelolaan zakat di masjid tersebut,” ucapnya.

Dengan menjadi UPZ, lanjut Bambang Sudibyo, para amil yang selama ini mengelola zakat jamaah Masjid Istiqlal dapat mengikuti berbagai program pelatihan untuk peningakatan kapasitas diri.

Saat ini Baznas telah membentuk 104 UPZ di berbagai masjid dan instansi. Baznas provinsi dan Baznas Kabupaten/Kota terus didorong untuk membentuk UPZ di wilayahnya masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, Bahrul Hayat juga menyerahkan dana bantuan untuk krisis kemanusiaan Rohingya yang dikumpulkan dari para jamaah Masjid Istiqlal melalui Baznas sebesar Rp216 juta.

“Baznas memiliki berbagai program untuk membantu muslim Rohingya yang tersebar di beberapa negara. Sebelumnya Baznas juga telah menyalurkan bantuan makanan dan mobil kesehatan untuk pengungsi Rohingya,” katanya.

Selama Ramadan 1439 H, Baznas menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp54 miliar. Sementara untuk BAZNAS se-Indonesia ditargetkan penghimpunan sebesar Rp3 triliun. (Tri Wahyuni)