Universitas di Belanda Jamin Beri Pendidikan Berkualitas

0
Direktur Nuffic Nesao Indonesia Peter Van Tuijl (kiri) saat membuka pameran pendidikan tinggi Belanda di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (9/11/2018). (suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter Van Tuijl, menjamin sektor pendidikan di Belanda berkualitas dunia. Buktinya bisa dilihat, sembilan universitas riset di Belanda berada di 200 besar the World University rankings dan Belanda menduduki peringkat 4 terbaik dalam kualitas pendidikan secara umum.

“Kami senang menyambut siswa dari semua budaya dan agama. Anda akan bergabung dengan komunitas staf dan mahasiswa yang dinamis dan beragam. Orientasi internasional yang kuat dari ekonomi dan masyarakat Belanda menjelaskan mengapa Belanda adalah negara pertama di benua Eropa yang menawarkan program studi berbahasa Inggris dan gelar yang diakui dunia,” kata Peter di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Dikatakan Peter, sungguh merupakan pencapaian yang besar bagi sebuah negara kecil. Tak perlu repot mempersiapkan belajar Bahasa Belanda secara khusus untuk studi di Belanda, karena telah ditawarkan lebih dari 2,100 program studi internasional yang pengajaran sepenuhnya dilaksanakan dalam bahasa Inggris.

Calon mahasiswa hanya perlu memenuhi kemampuan Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan ujian IELTS atau TOEFL. Lebih dari 90 persen masyarakat Belanda pun mampu berbahasa Inggris sehingga para pelajar tidak kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kualitas pendidikan di Belanda sudah merata dan diakui dunia. Hal ini terbukti dengan lebih dari 112,000 mahasiswa internasional menempuh salah satu dari 2,100 program studi internasional yang tersedia di Belanda pada tahun akademik 2017-18. Sebanyak 164 negara yang berbeda tercerminkan dalam angka keseluruhan mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan di institusi pendidikan tinggi Belanda.

Diungkapkannya, tidak hanya sampai pada mengetahui motivasi diri untuk mewujudkan impian studi di luar negeri. Motivasi yang tepat juga harus dapat dituangkan dalam tulisan yang menarik bagi universitas tujuan kita yang membacanya. Motivation Statement contohnya, salah satu persyaratan yang menentukan berhasil atau tidaknya kita meyakinkan pihak universitas bahwa kita kandidat yang bernilai.

Terlebih lagi, program beasiswa juga mensyaratkan adanya penulisan esai yang mencerminkan kemampuan dan motivasi kandidatnya. Tulisan tersebut diwajibkan dalam Bahasa Inggris jika ditujukan untuk universitas Belanda, dan bahkan menjadi faktor penentu yang kuat untuk melamar program beasiswa seperti StuNed, OTS, OKP, LPDP, dan lainnya.

Sehingga, kami mengundang Alumni Belanda untuk ikut ambil bagian dalam acara DPD 2018 dengan memberikan seminar mengenai kiat sukses menuliskan surat motivasi (how to write a motivation letter) serta bekerja sama dengan Kaplan Edupac untuk menyelanggarakan IELTS Try out.

Kesempatan ini ditawarkan untuk membantu para pelajar dalam memprediksi tingkat kemampuan Bahasa Inggris mereka mengingat salah satu syarat pendaftaran ke universitas Belanda adalah menunjukan hasil ujian IELTS atau TOEFL iBT. Nilai IELTS minimal yang diminta universitas Belanda adalah 6, namun sangat banyak universitas yang meminta nilai IELTS minimal 6.5 untuk program Sarjana dan Magister bahkan minimal 7 untuk program Doktoral. (Pramuji)