Universitas Trilogi Kembangkan Pembelajaran Teknososiopreneur

0

JAKARTA (Suara Karya): Universitas Trilogi kembangkan model pembelajaran teknososiopreneur. Suatu pengembangan usaha berbasis teknologi, namun tetap melibatkan masyarakat.

“Perkembangan teknologi informasi telah mengubah banyak hal, termasuk dalam berbisnis. Kampus harus beradaptasi atas perubahan itu,” kata Rektor Universitas Trilogi, Shahnaz Ubud usai upacara wisuda dan dies natalis ke-6 kampus tersebut, di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

Shahnaz dalam kesempatan itu didampingi Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Leo Pramuka.

Untuk itu, lanjut Rektor, mahasiswa sejak semester 5 wajib ikuti program Desa Cerdas Mandiri selama 2 bulan nonstop. Lewat program itu, mahasiswa diajari membuat proposal pengembangan usaha berbasis teknologi untuk kemajuan desa binaan.

“Program Desa Cerdas Mandiri ini tidak sama dengan kuliah kerja nyata (KKN) milik mahasiswa tingkat akhir. Program itu ada target ekonominya,” ucap Shahnaz menegaskan.

Disebutkan, ada 4 desa di wilayah Bogor yang menjadi daerah binaan. Setiap desa digarap sekitar 50 mahasiswa yang dibagi dalam 5 kelompok. Mereka akan membantu usaha penduduk agar lebih sejahtera.

“Usahanya bisa di pertanian, peternakan, bisnis pangan atau upaya pemetaan atas potensi yang ada. Peluang usaha itu kemudian dikembangkan bersama atau oleh masyarakat desa itu sendiri,” ujar kata doktor bidang manajemen itu.

Manfaat program bagi mahasiswa, menurut Shahnaz, mereka akan dapat banyak pengalaman selain perolehan nilai akademik. Karena bukan perkara mudah membangun usaha dan mengembangkan tim kerja yang solid.

“Kegiatan itu akan berguna setelah lulus, apakah mau jadi pengusaha atau bekerja. Karena sudah terlatih bekerja dalam tim,” katanya menandaskan.

Universitas Trilogi selama 2018 berhasil meraih sejumlah penghargaan. Disebutkan, antara lain, capaian medali emas untuk kategori Gold B in F pada kompetisi Folklore Asia Cantate di Hongkong. Mahasiswa prodi manajemen, desain komunikasi visual dan teknik informatika dapat juara 1 video competition.

Selain itu, mahasiswa Universitas Trilogi mendapat pendanaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk pengembangan startup dan hibah program kreativitas mahasiswa.

“Mahasiswa kami meraih juara 3 dalam lomba debat yang diadakan Universitas Katolik Atmajaya,” ucap Shahnaz seraya menambahkan tahun ini ada 274 lulusan yang diwisuda. (Tri Wahyuni)