UP Kembali Gencarkan Kolaborasi dengan Kampus Mancanegara

0

JAKARTA (Suara Karya): Universitas Pertamina (UP) kembali menggencarkan kolaborasi dengan kampus mancanegara dalam perkuliahan dan riset. Hal itu penting untuk meningkatkan kompetensi lulusan UP agar mampu bersaing secara global.

Demikian dikemukakan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Universitas Pertamina, Prof Wawan Gunawan A Kadir saat diwawancara secara daring, Jumat (7/5/2021).

Ia menyebut, ada 38 institusi pendidikan tinggi di luar negeri yang sudah diajak berkolaborasi dalam perkuliahan maupun riset. Dari kolaborasi itu, UP mengirim 73 mahasiswanya untuk belajar di kampus mitra yang tersebar di berbagai belahan dunia tersebut.

“Imbal balik dari kerja sama itu, saat ini ada 48 mahasiswa asing yang juga belajar di kampus UP,” ujarnya.

Menurut Prof Wawan, mengirim mahasiswa untuk belajar ke luar negeri juga penting untuk membuka wawasan mahasiswa tentang dunia global. Hal itu akan mempengaruhi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas diri agar bisa bersaing di dunia kerja secara global.

“Karena berbekal ijazah tak menjamin lulusan mudah mendapat pekerjaan. Dibutuhkan kompetensi yang mumpuni dari lulusan perguruan tinggi agar mudah terserapnya dalam dunia kerja. Apalagi mereka yang ingin berkarir di luar, dibutuhkan kompetensi dan wawasan yang global pula,” tuturnya.

Ditambahkan, UP juga gencar membangun kolaborasi dalam penelitian (riset) dan pertukaran dosen dengan berbagai kampus tersohor di luar negeri. Program semacam ini, masih jarang dijumpai di kampus-kampus lain.

Hal itu belum lama dilakukan dengan Malaysia Multimedia University (MMU) pada tahun ajaran 2020/2021. Ada 6 dosen dari MMU mengajar di UP, begitu pun sebaliknya ada 7 dosen UP mengajar mahasiswa MMU selama satu semester. Hal itu selaras dengan Program Kampus Merdeka yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Ke depan, lanjut Prof Wawan, program kerja sama itu diperluas ke Universiti Teknologi Petronas, milik perusahaan minyak dan gas nasional Malaysia; Quest International University Perak, Malaysia; Kazguu University, Kazakhstan; University of Namibia; National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan; dan Kanazawa University, Jepang.

Hartati Varadifa, mahasiswa Program Studi Komunikasi Angkatan 2018, menceritakan pengalamannya saat belajar di Malaysia Multimedia University (MMU). “Saya jadi lebih terbuka dalam menyikapi perbedaan. Para dosen juga menceritakan pengalaman mereka dalam melakukan penelitian terkait isu-isu yang unik dan langka,” katanya. (Tri Wahyuni)