UP Sapu Bersih Penghargaan di Ajang Logistic Case Competition 2021

0

JAKARTA (Suara Karya): Universitas Pertamina (UP) berhasil menyapu bersih penghargaan di ajang Logistic Case Competition 2021 yang digelar Institut Pertanian Bogor (IPB). Prestasi itu adalah yang kedua kalinya tim UP memborong sekaligus tiga gelar juara.

Ketua Tim Mahasiswa Prodi Teknik Logistik UP, Hanif Asyhuri dalam siaran pers, Selasa (18/5/2021) menjelaskan, keberhasilan timnya adalah membuat inovasi daring pengelolaan logistik bencana. Dalam website bernama Pusat Bantuan Bencana (PBB), pihaknya menyediakan informasi real tim kondosi di lapangan yang diintegrasikan dengam sistem informasi geografis.

“PBB dapat memberikan informasi terkait rute yang bisa dilalui secara efektif, disertai informasi moda transportasi yang digunakan dan ketersediaanya,” ujarnya.

Website PBB juga terintegrasi dengan database kependudukan. Hal itu untuk meminimalisasi ketimpangan maupun ketidaktepatan dalam distribusi bantuan. Setiap penyintas bencana yang dapat bantuan, sidik jarinya akan direkam dengan teknologi biometrik yang tersedia di website tersebut.

Berkat pembuatan website PBB, inovasi yang dikembangkan Hanif bersama timnya berhasil meraih juara pertama di ajang LCC 2021.

Prestasi Hanif mendapat respon positif dari relawan bencana, Roby Hervindo. Inovasi tersebut, katanya, akan bermanfaat bagi para relawan di lapangan. “Karena pengalaman saya selama ini, logistik bantuan sering terkendala sampai ke tangan penyintas bencama karena masalah transportasi di lapangan,” ujarnya.

Roby mencontohkan, peristiwa bencana tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Saat itu relawan menghadapi medan transportasi yang terputus akibat tanah longsor. Sehingga mobil logistik terjebak. Melalui website PBB, kami bisa antisipasi keterbatasan akses transportasi.”

Sementara itu, Muhammad Fajril Atthoriq dan M Welano Kharisma yang berhasil menyabet posisi kedua, membuat solusi optimalisasi jaringan rantai pasokan bantuan kepada penyintas bencana. Solusi itu berupa platform digital bernama INACUATE yang mengkombinasikan dua model jaringan distribusi.

Pertama, model distributor storage with customer pickup. Artinya, kondisi ketika penyintas bencana mengambil bantuan secara langsung di posko kebencanaan. Kedua, model distributor storage with last-mile delivery. Artinya, kondisi ketika bantuan dikirimkan langsung ke lokasi penyintas.

Posisi juara ketiga diraih Martin Marcelino A, Ananda Putra D, dan M Ibnu Ath Thaariq. Mereka menawarkan alternatif solusi penerapan layout gudang logistik agar proses pengambilan dan pengiriman bantuan dapat lebih terkoordinasi.

Salah satunya melalui pemutakhiran website BNPB sehingga proses distribusi bantuan akan terdokumentasikan dengan baik.

Keberhasilan mahasiswa UP dalam ajang LCC 2021 karena kampus tersebut memiliki Program Studi Teknik Logistik, yang salah satu mata kuliahnya membahas logistik kebencanaan atau Humanitarian Logistics.

Selain juga mata kuliah lainnya seperti Manajemen Rantai Pasok, Sistem Persediaan, Sistem Dinamis, serta Sistem Distribusi dan Transportasi yang diakui tim mahasiswa membantu mereka dalam memberi alternatif solusi terbaik dalam kompetisi tersebut.

Keahlian dalam logistik kebencanaan menjadi penting karena Indonesia masuk dalam wilayah yang rentan terhadap bencana alam. Pada kuartal pertama tahun 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 1.252 kejadian bencana.

Bencana itu mengakibatkan 493 orang meninggal, 68 orang hilang, dan 12.816 orang mengalami luka. Setidaknya lebih dari 5 juta korban bencana harus mengungsi karena tempat tinggal, tempat usaha, dan fasilitas publik mereka rusak dihantam bencana. (Tri Wahyuni)