Update Covid-19, Pasien Positif per 19 Juni Masih Tinggi hingga 1.041

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus. Bahkan, kenaikan hari ini mencapai 1.041 kasus, dari 42.762 menjadi 43.803 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.373 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di dunia. Kasus positif covid-19 hingga kini juga belum surut. Total pasien positif sebanyak 8.501.444 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 150.016 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi lagi penurunan sebanyak 234 kasus, dari 36.698 menjadi 36.464 kasus. Sedangkan kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga terjadi penurunan yang cukup signifikan yaitu 4.712 kasus, dari 17.923 menjadi 13.211 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 1.041 kasus. Jumlah terbanyak masih di Jawa Timur yaitu 140 kasus. Tak jauh berbeda dibanding DKI Jakarta sebanyak 139 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Jumat (19/6/20).

Dijelaskan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

“Hari ini hanya 2 provinsi saja yang laporan kasus positifnya cukup tinggi diatas angka 100, yaitu Jawa Timur sebanyak 140 kasus dan DKI Jakarta 139 kasus. Untuk Sulawesi Selatan kenaikan sebanyak 84 kasus, Bali 81 kasus dan Jawa Tengah 80 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta sebanyak 9.655 kasus, Jawa Timur 9.057 kasus, Sulawesi Selatan 3.573 kasus, Jawa Barat 2.805 dan Jawa Tengah 2.471 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh tetap 38 kasus, Bali 976 kasus, Banten 1.331 kasus, Bangka Belitung tetap 147 kasus, Bengkulu 107 kasus dan Yogyakarta 277 kasus.

Berikutnya Jambi 109 kasus, Kalimantan Barat 282 kasus, Kalimantan Timur 405 kasus, Kalimantan Tengah 738 kasus, Kalimantan Selatan 2.326 kasus dan Kalimantan Utara 171 kasus.

Kemudian Kepulauan Riau tetap 263 kasus, Nusa Tenggara Barat 1.022 kasus, Sumatera Selatan 1.680 kasus, Sumatera Barat 700 kasus, Sulawesi Utara 784 kasus, Sumatera Utara 1.024 kasus dan Sulawesi Tenggara 329 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah menjadi 173 kasus, Lampung 172 kasus, Riau 142 kasus, Maluku Utara 383 kasus, Maluku 544 kasus, Papua Barat 222 kasus, Papua 1.368 kasus, Sulawesi Barat tetap 104 kasus, Nusa Tenggara Timur tetap 108 kasus dan Gorontalo menjadi 220 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 551 kasus dari 16.798 menjadi 17.349 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)