Update Covid-19, Pasien Positif per 20 Juni Alami Lonjakan hingga 1.222

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus. Bahkan, kenaikan hari ini mencapai 1.222 kasus, dari 43.803 menjadi 45.025 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.429 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di dunia. Kasus positif covid-19 hingga kini juga belum surut. Total pasien positif sebanyak 8.675.365 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 173.921 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi lagi kenaikan sebanyak 872 kasus, dari 36.464 menjadi 37.336 kasus. Sedangkan kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) terjadi penurunan sebanyak 61 kasus, dari 13.211 menjadi 13.211 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 1.222 kasus. Jumlah terbanyak masih di Jawa Timur yaitu 394 kasus. Sementara DKI Jakarta 174 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Sabtu (20/6/2020).

Dijelaskan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

“Hari ini ada 5 provinsi yang laporan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu Jawa Timur sebanyak 394 kasus, DKI Jakarta 174 kasus, Sulawesi Selatan 112 kasus, Jawa Tengah 98 kasus, Kalimantan Selatan 83 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta sebanyak 9.829 kasus, Jawa Timur 9.451 kasus, Sulawesi Selatan 3.685 kasus, Jawa Barat 2.828 dan Jawa Tengah 2.569 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh naik 1 menjadi 39 kasus, Bali naik 37 menjadi 1.013 kasus, Banten naik 16 menjadi 1.347 kasus, Bangka Belitung naik 1 menjadi 148 kasus, Bengkulu naik 9 menjadi 116 kasus dan Yogyakarta naik 8 menjadi 285 kasus.

Berikutnya Jambi naik 3 menjadi 112 kasus, Kalimantan Barat naik 2 menjadi 298 kasus, Kalimantan Timur naik 6 menjadi 423 kasus, Kalimantan Tengah naik menjadi 764 kasus, Kalimantan Selatan naik 83 menjadi 2.475 kasus dan Kalimantan Utara naik 2 menjadi 175 kasus.

Kemudian Kepulauan Riau naik 1 menjadi 264 kasus, Nusa Tenggara Barat naik 29 menjadi 1.051 kasus, Sumatera Selatan naik 41 menjadi 1.721 kasus, Sumatera Barat naik 3 menjadi 703 kasus, Sulawesi Utara naik 25 menjadi 809 kasus, Sumatera Utara naik 58 menjadi 1.082 kasus dan Sulawesi Tenggara naik 3 menjadi 332 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah tetap 173 kasus, Lampung naik 8 menjadi 180 kasus, Riau tetap 142 kasus, Maluku Utara naik 17 menjadi 400 kasus, Maluku naik 37 menjadi 581 kasus, Papua Barat tetap 222 kasus, Papua naik 12 menjadi 1.368 kasus, Sulawesi Barat tetap 104 kasus, Nusa Tenggara Timur tetap 108 kasus dan Gorontalo tetap 220 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 534 kasus dari 17.349 menjadi 17.883 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)