Update Covid-19, Pasien Positif per 21 Juni Turun Sedikit jadi 862 Kasus

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus yang signifikan. Meski terjadi penurunan kasus dibanding kemarin, tetapi angkanya masih terbilang tinggi yakni 862, dari 45.025 menjadi 45.891 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.465 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di dunia. Kasus positif covid-19 hingga kini juga belum surut. Total pasien positif sebanyak 8.794.337 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 118.972 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi lagi kenaikan hingga 19.100 kasus, dari 37.336 menjadi 56.436 kasus. Sedangkan kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga terjadi kenaikan sebanyak 75 kasus, dari 13.211 menjadi 13.225 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 862 kasus. Jumlah terbanyak kini ada DKI Jakarta sebanyak 142 kasus. Sementara Jawa Timur sebanyak 91 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Minggu (21/6/20).

Dijelaskan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

“Hari ini ada 5 provinsi yang laporan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu DKI Jakarta 142 kasua, Sulawesi Selatan 11 kasus, Jawa Tengah 99 kasus, Kalimantan Selatan 94 kasus dan Jawa Timur 91 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta sebanyak 9.971 kasus, Jawa Timur 9.542 kasus, Sulawesi Selatan 3.797 kasus, Jawa Barat 2.848 dan Jawa Tengah 2.668 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh naik 10 menjadi 49 kasus, Bali naik 37 menjadi 1.050 kasus, Banten naik 8 menjadi 1.355 kasus, Bangka Belitung tetap 148 kasus, Bengkulu tetap 116 kasus dan Yogyakarta naik 3 menjadi 288 kasus.

Berikutnya Jambi tak ada kenaikan, tetap 112 kasus, Kalimantan Barat juga tetap 298 kasus, Kalimantan Timur naik 11 menjadi 434 kasus, Kalimantan Tengah tetap 764 kasus, Kalimantan Selatan naik 94 menjadi 2.569 kasus dan Kalimantan Utara naik 1 menjadi 176 kasus.

Kemudian Kepulauan Riau tak ada kenaikan tetap 264 kasus, Nusa Tenggara Barat naik 5 menjadi 1.056 kasus, Sumatera Selatan naik 58 menjadi 1.779 kasus, Sumatera Barat naik 4 menjadi 707 kasus, Sulawesi Utara naik 44 menjadi 853 kasus, Sumatera Utara naik 13 menjadi 1.095 kasus dan Sulawesi Tenggara tetap 332 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah tak ada kenaikan tetap 173 kasus, Lampung naik 1 menjadi 181 kasus, Riau tetap 142 kasus, Maluku Utara naik 11 menjadi 411 kasus, Maluku naik 22 menjadi 603 kasus, Papua Barat naik 2 menjadi 224 kasus, Papua naik 40 menjadi 1.429 kasus, Sulawesi Barat tetap 104 kasus, Nusa Tenggara Timur naik 3 menjadi 111 kasus dan Gorontalo naik 7 menjadi 227 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 621 kasus dari 17.883 menjadi 18.404 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)