Update Covid-19, Pasien Positif per 22 Juni Naik Lagi hingga 954 Kasus

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus yang signifikan. Meski sempat terjadi penurunan kasus dibandingkan kemarin, tetapi angkanya masih terbilang tinggi yakni 954, dari 45.891 menjadi 46.845 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.500 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di dunia. Kasus positif covid-19 hingga kini juga belum surut. Total pasien positif sebanyak 8.963.253 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 168.916 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi penurunan hingga 12.936 kasus, dari 56.436 menjadi 43.500 kasus. Sedangkan kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga terjadi penurunan sebanyak 226 kasus, dari 13.225 menjadi 12.999 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 954 kasus. Jumlah terbanyak masih di Jawa Timur sebanyak 315 kasus, sementara DKI Jakarta ada 126 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Senin (22/6/20).

Dijelaskan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

“Hari ini ada 5 provinsi yang laporan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu Jawa Timur 315 kasus, DKI Jakarta 127 kasus, Sulawesi Selatan 111 kasus, Kalimantan Selatan 89 kasus dan Sumatera Selatan 60 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta sebanyak 10.098 kasus, Jawa Timur 9.857 kasus, Sulawesi Selatan 3.908 kasus, Jawa Barat 2.865 dan Jawa Tengah 2.717 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh tak ada kenaikan tetap 49 kasus, Bali naik 30 menjadi 1.080 kasus, Banten naik 6 menjadi 1.361 kasus, Bangka Belitung tetap 148 kasus, Bengkulu tetap 116 kasus dan Yogyakarta tak naik tetap 288 kasus.

Berikutnya Jambi tak ada kenaikan, tetap 112 kasus, Kalimantan Barat juga tetap 298 kasus, Kalimantan Timur naik 1 menjadi 435 kasus, Kalimantan Tengah naik 21 menjadi 785 kasus, Kalimantan Selatan naik 89 menjadi 2.658 kasus dan Kalimantan Utara naik 1 menjadi 177 kasus.

Kemudian Kepulauan Riau ada kenaikan 2 menjadi 281 kasus, Nusa Tenggara Barat naik 11 menjadi 1.067 kasus, Sumatera Selatan naik 60 menjadi 1.839 kasus, Sumatera Barat tak ada kenaikan tetap 707 kasus, Sulawesi Utara naik 1 menjadi 854vkasus, Sumatera Utara naik 20 menjadi 1.115 kasus dan Sulawesi Tenggara naik 2 menjadi 332 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah naik 3 menjadi 176 kasus, Lampung tetap 181 kasus, Riau naik 24 menjadi 166 kasus, Maluku Utara naik 20 menjadi 431 kasus, Maluku naik 32 menjadi 635 kasus, Papua Barat tetap 224 kasus, Papua naik 11 menjadi 1.440 kasus, Sulawesi Barat tetap 104 kasus, Nusa Tenggara Timur tetap 111 kasus dan Gorontalo naik 3 menjadi 230 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 331 kasus dari 18.404 menjadi 18.735 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)