Update Covid-19, Pasien Positif per 23 Juni Naik Lagi hingga 1.051 Kasus

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus yang signifikan. Meski sempat terjadi penurunan kasus, hari ini terjadi kenaikan yang cukup signifikan hingga 1.051, dari 46.845 menjadi 46.845 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.535 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di dunia. Kasus positif covid-19 hingga kini juga belum surut. Total pasien positif sebanyak 9.100.994 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 137.741 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi penurunan hingga 7.517 kasus, dari 43.500 menjadi 35.983 kasus. Sedangkan kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga terjadi kenaikan hingga 349 kasus, dari 12.999 menjadi 13.348 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 1.051 kasus. Jumlah terbanyak masih di Jawa Timur sebanyak 258 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa (23/6/20).

Dijelaskan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

“Hari ini ada 5 provinsi yang laporan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu Jawa Timur 258 kasus, Sulawesi Selatan 154 kasus DKI Jakarta 152 kasus, Sumatera Utara 117 kasus dan Papua 55 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta sebanyak 10.250 kasus, Jawa Timur 10.115 kasus, Sulawesi Selatan 4.062 kasus, Jawa Barat 2.901 dan Jawa Tengah 2.766 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh tak ada kenaikan, tetap 49 kasus, Bali naik 36 menjadi 1.116 kasus, Banten naik 12 menjadi 1.373 kasus, Bangka Belitung tak ada kasus baru, tetap 148 kasus, Bengkulu naik 2 menjadi 118 kasus dan Yogyakarta naik 3 menjadi 291 kasus.

Berikutnya, provinsi Jambi naik 2 kasus menjadi 114 kasus, Kalimantan Barat naik 15 menjadi 313 kasus, Kalimantan Timur naik 12 menjadi 447 kasus, Kalimantan Tengah naik 11 menjadi 796 kasus, Kalimantan Selatan naik 27 menjadi 2.685 kasus dan Kalimantan Utara tak ada kenaikan, tetap 177 kasus.

Kemudian Kepulauan Riau tak ada kenaikan, tetap 281 kasus, Nusa Tenggara Barat naik 14 menjadi 1.081 kasus, Sumatera Selatan naik 16 menjadi 1.855 kasus, Sumatera Barat naik 5 menjadi 712 kasus, Sulawesi Utara naik 7 menjadi 861 kasus, Sumatera Utara naik 117 menjadi 1.232 kasus dan Sulawesi Tenggara naik 2 menjadi 336 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah naik 3 menjadi 179 kasus, Lampung tak ada kenaikan, tetap 181 kasus, Riau naik 27 menjadi 193 kasus, Maluku Utara naik 24 menjadi 465 kasus dan Maluku naik 1 menjadi 634 kasus.

Selain itu, Papua Barat juga dilaporkan tak ada kenaikan, tetap 224 kasus, Papua naik 55 menjadi 1.495 kasus, Sulawesi Barat tak ada kenaikan tetap 104 kasus, Nusa Tenggara Timur tak ada kenaikan, tetap 111 kasus dan Gorontalo naik 1 menjadi 231 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 506 kasus dari 18.735 menjadi 19.241 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)