Update Covid-19, Pasien Positif per 24 Juni Melonjak hingga 1.113 Kasus

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus yang signifikan. Meski sempat terjadi penurunan kasus, hari ini terjadi kenaikan yang cukup signifikan hingga 1.113, dari 46.845 menjadi 49.009 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.573 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di dunia. Kasus positif covid-19 hingga kini juga belum surut. Total pasien positif sebanyak 9.266.021 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 165.027 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan hingga 665 kasus, dari 35.983 menjadi 36.648 kasus. Sedangkan kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) justru terjadi penurunan hingga 279 kasus, dari 13.348 menjadi 13.069 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 1.113 kasus. Jumlah terbanyak masih di Jawa Timur sebanyak 183 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (24/6/20).

Dijelaskan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

“Ada 5 provinsi yang hari ini laporan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu Jawa Timur 183 kasus, DKI Jakarta 154 kasus Sulawesi Selatan 132 kasus, Jawa Tengah 96 kasus dan Maluku Utara ada 95 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta sebanyak 10.404 kasus, Jawa Timur 10.298 kasus, Sulawesi Selatan 4.194 kasus, Jawa Barat 2.945 dan Jawa Tengah 2.842 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh ada kenaikan menjadi 53 kasus, Bali naik 42 menjadi 1.158 kasus, Banten naik 17 menjadi 1.390 kasus, Bangka Belitung tak ada kasus baru, tetap 148 kasus, Bengkulu tak ada kenaikan tetap 118 kasus dan Yogyakarta naik 1 menjadi 292 kasus.

Berikutnya Jambi tak ada kenaikan tetap 114 kasus, Kalimantan Barat tak ada kenaikan tetap 313 kasus, Kalimantan Timur naik 9 menjadi 456 kasus, Kalimantan Tengah naik 4 menjadi 800 kasus, Kalimantan Selatan naik 90 menjadi 2.775 kasus dan Kalimantan Utara naik 2 menjadi 179 kasus.

Kemudian ada Kepulauan Riau yang naik 3 kasus menjadi 284 kasus, Nusa Tenggara Barat naik 21 menjadi 1.102 kasus, Sumatera Selatan naik 14 menjadi 1.869 kasus, Sumatera Barat naik 3 menjadi 715 kasus, Sulawesi Utara naik 31 menjadi 892 kasus, Sumatera Utara naik 55 menjadi 1.287 kasus dan Sulawesi Tenggara naik 1 menjadi 337 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah naik 1 menjadi 180 kasus, Lampung naik 2 menjadi 183 kasus, Riau naik 24 menjadi 217 kasus, Maluku Utara naik 95 menjadi 560 kasus dan Maluku naik 37 menjadi 671 kasus.

Selain itu, Papua Barat naik 1 menjadi 225 kasus, Papua naik 59 menjadi 1.559 kasus, Sulawesi Barat naik 1 menjadi 105 kasus, Nusa Tenggara Timur tak ada kenaikan, tetap 111 kasus dan Gorontalo naik 7 menjadi 238 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 417 kasus dari 19.241 menjadi 19.658 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)