Update Covid-19 per 12 Juni, Terjadi Lagi Lonjakan Pasien hingga 1.111 Kasus

0

JAKARTA (Suara Karya): Terjadi lagi lonjakan kasus positif baru virus corona diseases (covid-19) di Indonesia per 12 Juni. Tercatat, kenaikan itu mencapai 1.111 kasus, dari sebelumnya 35.295 menjadi 36.406 kasus. Pasien positif yang meninggal hari ini mencapai 2.048 orang.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia hingga kini pun belum surut. Total pasien mencapai mencapai 7.526.784 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 166.545 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi penurunan lagi hingga 5.876 kasus, dari sebelumnya 43.414 menjadi 37.538 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga terjadi penurunan 129 kasus, dari 14.052 menjadi 13.923 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini terjadi lonjakan lagi hingga 1.111 kasus dibanding sebelumnya.Terbanyak masih di Jawa Timur yaitu 318 kasus baru,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Jumat (12/6/20).

Dijelaskan, akumulasi data diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 15.333 pada hari sebelumnya, Kamis (11/6). Total akumulasi menjadi 478.953 tes. Pemeriksaan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 110 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 80 laboratorium dan jejaring (RT-PCR dan TCM) di 208 laboratorium.

Yuri merinci 5 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi hari ini, yaitu Jawa Timur sebanyak 318 kasus baru, DKI Jakarta 93 kasus, Sumatera Utara 88 kasus, Sulawesi Utara 65, Kalimantan Selatan 60.

“Kalau dilihat sebarannya, kenaikan kasus masih didominasi Jawa Timur sebanyak 318 kasus. Namun, dilaporkan pula angka kesembuhannya di daerah itu juga tinggi yaitu 72 orang, sementara DKI Jakarta hari ini kenaikan ada 93 kasus, pasien yang sembuh ada 120 orang,” tuturnya.

Untuk Sumatera Utara, lanjut Yuri, ada kenaikan 88 kasus, tetapi belum ada laporan sembuh, Sulawesi Utara ada 65 kasus belum ada laporan sembuh dan Kalimantan Selatan ada 60 kasus baru dengan 15 pasien sembuh.

Ditambahkan, 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah DKI Jakarta dengan jumlah total 8.740 orang, Jawa Timur 7.421 orang, Jawa Barat 2.572 orang, Sulawesi Selatan 2.582 orang dan Jawa Tengah 1.876 serta wilayah lain hingga total menjadi 36.406 kasus.

Merujuk pada data Gugus Tugas dari 34 provinsi di Tanah Air disebutkan, DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 3.781 orang, disusul Jawa Timur sebanyak 1.865 orang, Jawa Barat 1.057, Sulawesi Selatan 830, Jawa Tengah 681 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 13.213 orang.

Kriteria pasien sembuh merujuk pada hasil uji laboratorium yang menunjukkan negatif sebanyak dua kali. Selain itu pasien juga sudah tidak mengalami keluhan klinis lagi.

Yuri merincikan akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Provinsi Aceh sebanyak 22 kasus, Bali 695 kasus, Banten 1.157 kasus, Bangka Belitung 132 kasus, Bengkulu 95 kasus, Yogyakarta 262 kasus.

Selanjutnya Jambi 106 kasus, Kalimantan Barat 267 kasus, Kalimantan Timur 373 kasus, Kalimantan Tengah 565 kasus, Kalimantan Selatan 1.694 kasus, dan Kalimantan Utara 170 kasus.

Kemudian Kepulauan Riau 238 kasus, Nusa Tenggara Barat 891 kasus, Sumatera Selatan 1.304 kasus, Sumatera Barat 671 kasus, Sulawesi Utara 644 kasus, Sumatera Utara 768 kasus.dan Sulawesi Tenggara 277 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 159 kasus, Lampung 153 kasus, Riau 120 kasus, Maluku Utara 285 kasus, Maluku 387 kasus, Papua Barat 200 kasus, Papua 1.197 kasus, Sulawesi Barat 97 kasus, Nusa Tenggara Timur 105 kasus dan Gorontalo 181 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 13.213 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)