Update Covid-19 per 13 Juni, Terjadi Lagi Kenaikan Kasus Positif hingga 1.014

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/net)

JAKARTA (Suara Karya): Terjadi lagi kenaikan kasus positif virus corona diseases (covid-19) di Indonesia per 13 Juni. Tercatat, kenaikan itu mencapai 1.014 kasus, dari sebelumnya 36.406 menjadi 37.420 kasus. Sedangkan total pasien meninggal mencapai 2.091 orang.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia hingga kini pun belum surut. Total pasien positif mencapai 7.653.993 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 127.209 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan lagi yang cukup besar mencapai 4.912 kasus, dari 37.538 menjadi 42.450 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) justru terjadi penurunan hingga 495 kasus, dari 13.923 menjadi 13.578 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi. Kenaikan hari ini mencapai 1.014 kasus. Terbanyak masih di Jawa Timur yaitu 176 kasus baru,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Sabtu (13/6/20).

Sementara itu, jumlah pasien sembuh menjadi 13.776 setelah ada penambahan sebanyak 563 orang. Untuk kasus meninggal, dilaporkan ada 2.091 orang dengan penambahan hari ini sebanyak 43 orang.

Ditambahkan, akumulasi data kasus itu diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 16.574 pada hari sebelumnya, Jumat (12/6). Total akumulasi yang telah diujikan sebanyak 495.527. Pengujian dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 110 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 82 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 213 laboratorium.

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari, Yuri menyebutkan, ada 11.128 dan akumulasinya menjadi 313.275. Dari pemeriksaan keseluruhan, didapatkan penambahan kasus positif per hari ini sebanyak 1.014, negatif 10.114. Secara akumulasi menjadi positif 37.420 dan negatif 275.855.

Menurut Yuri, penambahan kasus positif tidak merata di seluruh Indonesia. Ada beberapa wilayah yang melaporkan banyak kasus positif, namun untuk pasien negatifnya juga tinggi.

Jika dirinci, penambahan kasus 1.014 orang itu tidak merata pada seluruh provinsi. Ada 5 provinsi pemilik kasus tertinggi, yaitu Jawa Timur sebanyak 176 kasus baru. Sementara kasus sembuh di Jawa Timur hari ini juga tinggi yaitu 252 orang. Di Sulawesi Selatan ada 125 kasus baru, sedangkan kasus sembuh 36 orang.

“Kalimantan Selatan ada 123 kasus baru, dan 22 sembuh. DKI Jakarta ada 121 kasus baru, 59 sembuh. Sumatera Utara 94 kasus baru, tidak ada kasus sembuh,” ujarnya.

Dari keseluruhan, masih ada 18 provinsi yang melaporkan kasusnya di bawah 10 kasus, bahkan ada lima provinsi yang hari ini melaporkan tidak ada kasus sama sekali.

Data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah DKI Jakarta 8.861 kasus, Jawa Timur 7.597 kasus, Jawa Barat 2.587 kasus, Sulawesi Selatan 2.707 kasus, Jawa Tengah 1.946 kasus dan wilayah lain sehingga totalnya 37.420 kasus.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 3.840 orang, disusul Jawa Timur sebanyak 2.117 orang, Jawa Barat 1.093 orang, Sulawesi Selatan 866 orang, Jawa Tengah 709 orang dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 13.776 orang.

Kriteria pasien sembuh diakumulasikan dari hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Gugus Tugas Nasional merincikan akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh 22 kasus, Bali 723 kasus, Banten 1.231 kasus, Bangka Belitung 136 kasus, Bengkulu 98 kasus, Yogyakarta 264 kasus.

Selanjutnya, Jambi 108 kasus, Kalimantan Barat 267 kasus, Kalimantan Timur 376 kasus, Kalimantan Tengah 586 kasus, Kalimantan Selatan 1.817 kasus dan Kalimantan Utara 170 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 239 kasus, Nusa Tenggara Barat 904 kasus, Sumatera Selatan 1.326 kasus, Sumatera Barat 674 kasus, Sulawesi Utara 651 kasus, Sumatera Utara 862 kasus dan Sulawesi Tenggara 279 kasus.

Sementara di Sulawesi Tengah 168 kasus, Lampung 165 kasus, Riau 125 kasus, Maluku Utara 302 kasus, Maluku 400 kasus, Papua Barat 205 kasus, Papua 1.237 kasus, Sulawesi Barat 97 kasus, Nusa Tenggara Timur 105 kasus dan Gorontalo 185 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 13.776 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)