Update Covid-19 per 14 Juni, Kenaikan Pasien Positif Masih Tinggi 856 Kasus

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona diseases (covid-19) di Indonesia per 14 Juni masih belum reda juga. Hari ini, kenaikan kasus positif tidak terlalu tinggi dibanding sebelumnya, yaitu 856, dari 37.420 menjadi 38.276 kasus. Sedangkan pasien meninggal angka total mencapai 2.134 orang.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia pun hingga kini belum surut. Total pasien positif mencapai 7.798.046 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 144.053 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi penurunan lagi sebanyak 811 kasus, dari 42.450 menjadi 41.639 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga terjadi penurunan sebanyak 4 kasus, dari 13.578 menjadi 13.574 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 856 kasus. Jumlah terbanyak ada di Jawa Timur yaitu 196 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Minggu (14/6/20).

Adapun akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 18.760 pada hari sebelumnya, Sabtu (13/6). Total akumulasi yang telah diuji hingga hari ini menjadi 514.287 orang. Pemeriksaan dilakukan memakai metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 110 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 82 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 222 lab.

Sedangkan jumlah yang diperiksa hari ini ada 9.658 orang. Total akumulasinya mencapai 322.933 orang. Dari pemeriksaan keseluruhan, diketahui adanua penambahan kasus positif hari ini sebanyak 856, negatif 8.801. Dengan demikian, jumlah pasien positif secara akumulasi ada 38.277 orang dan negatif 284.656 orang.

Menurut Yuri, angka itu tidak menyebar merata di seluruh Indonesia. A da beberapa wilayah yang memiliki kasus positif yang tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang melaporkan tak ada penambahan kasus positif.

“Kalau kita perhatikan, peningkatan kasus tertinggi ada di Jawa Timur sebanyak 196 orang dengan pasien sembuh 75 orang. Kemudian Sulawesi Selatan ada 133 kasus positif dan 36 orang diantaranya dinyatakan sembuh,” ujar Yuri.

Di DKI Jakarta dilaporkan ada 117 kasus baru dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 249 orang sembuh. Kemudian Jawa Tengah ada 113 pasien positif dan 20 kasus sembuh. Di Kalimantan Selatan ada 70 baru dan 30 kasus sembuh.

Data 5 provinsi terbesar dalam kasus baru positif covid-19, secara kumulatif ada DKI Jakarta 8.978 kasus, Jawa Timur 7.793 kasus, Sulawesi Selatan 2.840 kasus Jawa Barat 2.604 kasus, Jawa Tengah 2.059 kasus dan wilayah lain sehingga totalnya 38.276 kasus.

Data Gugus Tugas Covid-19 dari 34 Provinsi di Tanah Air, menyebutkan, DKI Jakarta memiliki penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 4.089 orang, disusul Jawa Timur sebanyak 2.192 orang, Jawa Barat 1.135 orang, Sulawesi Selatan 902 orang dan Jawa Tengah 729 orang serta wilayah lain di Indonesia hingga total mencapai 14.531 orang.

Kriteria pasien sembuh merujuk pada hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Gugus Tugas merinci total akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh dengan total pasien positif ada 27 kasus, Bali 741 kasus, Banten 1.240 kasus, Bangka Belitung 144 kasus, Bengkulu 101 kasus, Yogyakarta 269 kasus.

Selanjutnya ada Jambi 108 kasus, Kalimantan Barat 268 kasus, Kalimantan Timur 378 kasus, Kalimantan Tengah 586 kasus, Kalimantan Selatan 1.887 kasus, dan Kalimantan Utara 170 kasus.

Di Kepulauan Riau tercatat ada 239 kasus baru, Nusa Tenggara Barat 915 kasus, Sumatera Selatan 1.396 kasus, Sumatera Barat 681 kasus, Sulawesi Utara 658 kasus, Sumatera Utara 872 kasus, dan Sulawesi Tenggara 283 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 170 kasus, Lampung 166 kasus, Riau 125 kasus, Maluku Utara 310 kasus, Maluku 421 kasus, Papua Barat 208 kasus, Papua 1.249 kasus, Sulawesi Barat 98 kasus, Nusa Tenggara Timur 108 kasus dan Gorontalo 185 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 14.531 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)