Update Covid-19 per 16 Juni, Kasus Positif Masih Tinggi di Era Normal Baru

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus. Bahkan, kenaikan hari ini mencapai 1.106 kasus, dari 39.294 menjadi 40.400 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.231 orang.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia pun hingga kini belum surut. Total pasien positif mencapai 8.044.683 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 129.348 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi penurunan lagi sebanyak 7.620 kasus, dari 36.639 menjadi 29.124 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) terjadi penurunansedikit yaitu 139 kasus, dari 13.649 menjadi 13.510 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 1.106 kasus. Jumlah terbanyak masih di Jawa Timur yaitu 245 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa (16/6/20).

Ditambahkan, kenaikan kasus baru tidak tersebar merata di seluruh Indonesia. Ada beberapa wilayah memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positif.

“Ada 4 provinsi yang laporan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu Jawa Timur sebanyak 245 kasus baru, DKI Jakarta ada 102 kasus, Sulawesi Selatan 175 kasus dan Kalimantan Selatan 169 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah DKI Jakarta sebanyak 9.222 kasus, Jawa Timur 8.308, Sulawesi Selatan 3.116 kasus, Jawa Barat 2.662 dan Jawa Tengah 2.231 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh 27 kasus, Bali 782 kasus, Banten 1.277 kasus, Bangka Belitung 145 kasus, Bengkulu 104 kasus dan Yogyakarta 273 kasus.

Berikutnya Jambi 108 kasus, Kalimantan Barat 270 kasus, Kalimantan Timur 392 kasus, Kalimantan Tengah 657 kasus, Kalimantan Selatan 2.122 kasus dan Kalimantan Utara 171 kasus.

Kemudian Kepulauan Riau 254 kasus, Nusa Tenggara Barat 957 kasus, Sumatera Selatan 1.498 kasus, Sumatera Barat 687 kasus, Sulawesi Utara 701 kasus, Sumatera Utara 957 kasus.dan Sulawesi Tenggara 291 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah ada 172 kasus, Lampung 166 kasus, Riau 126 kasus, Maluku Utara 315 kasus, Maluku 496 kasus, Papua Barat 212 kasus, Papua 1.281 kasus, Sulawesi Barat 98 kasus, Nusa Tenggara Timur 108 kasus dan Gorontalo 214 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 15.703 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)