Update Covid-19 per 17 Juni, Total Kasus Positif Tembus Angka 41 Ribu

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus. Bahkan, kenaikan hari ini mencapai 1.031 kasus, dari 40.400 menjadi 41.431 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.276 orang.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia pun hingga kini belum surut. Total pasien positif mencapai 8.176.296 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 131.613 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan lagi hingga 13.590 kasus, dari 29.124 menjadi 49.714 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) terjadi penurunan sedikit yaitu 231 kasus, dari 13.510 menjadi 13.279 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 1.031 kasus. Jumlah terbanyak masih di Jawa Timur yaitu 225 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (17/6/20).

Ditambahkan, kenaikan kasus baru tidak tersebar merata di seluruh Indonesia. Ada beberapa wilayah memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positif.

“Ada 4 provinsi yang laporan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu Jawa Timur sebanyak 225 kasus baru, DKI Jakarta ada 127 kasus, Jawa Tengah 115 kasus, Kalimantan Selatan 86 kasus dan Sulawesi Selatan 84 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah DKI Jakarta sebanyak 9.349 kasus, Jawa Timur 8.533, Sulawesi Selatan 3.200 kasus, Jawa Barat 2.703 dan Jawa Tengah 2.349 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh 37 kasus, Bali 829 kasus, Banten 1.309 kasus, Bangka Belitung 147 kasus, Bengkulu 105 kasus dan Yogyakarta 276 kasus.

Berikutnya Jambi 109 kasus, Kalimantan Barat 282 kasus, Kalimantan Timur 397 kasus, Kalimantan Tengah 702 kasus, Kalimantan Selatan 2.208 kasus dan Kalimantan Utara 171 kasus.

Kemudian Kepulauan Riau 263 kasus, Nusa Tenggara Barat 978 kasus, Sumatera Selatan 1.541 kasus, Sumatera Barat 691 kasus, Sulawesi Utara 736 kasus, Sumatera Utara 970 kasus.dan Sulawesi Tenggara 292 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah ada 172 kasus, Lampung 169 kasus, Riau 128 kasus, Maluku Utara 322 kasus, Maluku 520 kasus, Papua Barat 214 kasus, Papua 1.311 kasus, Sulawesi Barat 99 kasus, Nusa Tenggara Timur 108 kasus dan Gorontalo 214 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 16.243 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)