Update Kasus Covid-19 di Indonesia per 16 April: Total 5.516 Meninggal 496 Orang

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 16 April 2020 tercatat, pasien positif corona ada 5.516 orang. Dari jumlah itu, 548 sembuh dan 496 orang meninggal. Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 2.069.819 kasus.

Selain itu, disebutkan masih ada 169.446 kasus sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan 11.873 kasus sebagai PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Orang berstatus ODP belum menunjukan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19, seperti demam, batuk, sesak napas, dan sakit tenggorokan. PDP sudah melakukan observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 380 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 2.670 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (16/4/20).

Tentang 5.516 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 2.670 kasus, Banten menjadi 297, Yogyakarta menjadi 62 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 570 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 300 kasus, Jawa Timur menjadi 514, Bali menjadi 113 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 45 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 1 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 5 kasus, Sumatera Utara menjadi 79, Provinsi Riau menjadi 24 kasus, Kepulauan Riau menjadi 38 kasus, Sumatera Barat menjadi 55, Jambi 7 kasus, Bengkulu 4 kasus, Sumatera Selatan menjadi 37 kasus, Lampung 25 kasus dan bangka-belitung 6 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara bertambah menjadi 28 kasus, Kalimantan Barat menjadi 21, Kalimantan Timur menjadi 44 kasus, Kalimantan Tengah 34 kasus, Kalimantan Selatan menjadi 59 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 18 , Sulawesi Tenggara 26 kasus, Sulawesi Selatan menjadi 271, Sulawesi Tengah ada 22 kasus, Sulawesi Barat 7 kasus, Gorontalo 4 kasus, Maluku Utara 4, Maluku 14, Papua Barat menjadi 5 kasus dan Papua menjadi 80 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan yang cukup besar, yaitu 27 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 496 orang. Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 102 menjadi 548 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga 102 orang pada hari ini menunjukkan covid-19 ini bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

“Akumulasi pasien sembuh di DKI sebanyak 202 pasien, Jawa Timur 86, Sulawesi Selatan 42, Bali 32, Jawa Barat 28 dan provinsi lainnya hingga berjumlah 548 pasien,” kata Yuri.

Ditemukannya 5.516 pasien positif merujuk pada hasil dari 39.706 uji spesimen dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 32 laboratorium. Sebanyak 34.975 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 5.516 positif dan 29.459 negatif.

“Prosedur untuk kasus baru, begitu pemeriksaan laboratorium keluar, datanya akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Sehingga dokter penanggung jawab tahu tentang kondisi pasien yang sesungguhnya,” katanya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

“Mudah-mudahan kedepan pasien covid-19 yang meninggal dunia terus berkurang,” ucapnya menegaskan.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu.

Beberapa penyakit pendahulu, disebutkan, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi. “Sebagian besar pasien menderita diabetes, hipertensi penyakit jantung koroner. Beberapa ada yang menderita penyakit paru obstruksi menahun,” tuturnya.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)