Update Kasus Covid-19 di Indonesia per 2 Mei: Total 10.843 Meninggal 831

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 2 Mei 2020 tercatat, pasien positif corona ada 10.843 orang. Dari jumlah itu, 1.665 pasien dinyatakan sembuh dan 831 orang meninggal. Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 3.346.297 kasus.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 1.915 kasus, sehingga total menjadi 235.035 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 422 dari sebelumnya, sehingga total 22.545 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 292 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 4.397 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Sabtu (2/5/20).

Tentang 10.843 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 4.397 kasus, Banten menjadi 427, Yogyakarta menjadi 114 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 1.043 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 767 kasus, Jawa Timur menjadi 1.037, Bali menjadi 235 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 250 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 3 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 11 kasus, Sumatera Utara menjadi 117 kasus, Provinsi Riau menjadi 45 kasus, Kepulauan Riau 89 kasus, Sumatera Barat menjadi 182, Jambi 32 kasus, Bengkulu 12 kasus, Sumatera Selatan menjadi 156 kasus, Lampung 50 kasus dan bangka-belitung menjadi 19 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 122 kasus, Kalimantan Timur menjadi 154, Kalimantan Barat menjadi 68, Kalimantan Tengah 157, Kalimantan Selatan menjadi 179 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 45, Gorontalo 15, Sulawesi Selatan menjadi 577, Sulawesi Tengah ada 59 kasus, Sulawesi Barat 44 kasus, Sulawesi Tenggara 64, Maluku Utara 41, Maluku 23, Papua Barat menjadi 43 kasus dan Papua menjadi 240 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 31 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 831 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 74 hingga total menjadi 1.665 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 1.665 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)