Update Kasus Covid-19 di Indonesia per 21 April: Total 7.135 Meninggal 616

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 21 April 2020 tercatat, pasien positif corona ada 7.135 orang. Dari jumlah itu, 842 pasien dinyatakan sembuh dan 616 orang meninggal. Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 2.480.749 kasus.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 7.447 kasus, sehingga total menjadi 186.330 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 420 dibanding sebelumnya, sehingga total 16.763 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19, seperti demam, batuk, sesak napas, dan sakit tenggorokan. PDP sudah melakukan observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 375 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 3.260 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa (21/4/20).

Tentang 7.135 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 3.260 kasus, Banten menjadi 341, Yogyakarta menjadi 72 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 756 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 449 kasus, Jawa Timur menjadi 603, Bali menjadi 150 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 93 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 1 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 7 kasus, Sumatera Utara menjadi 84, Provinsi Riau menjadi 35 kasus, Kepulauan Riau 81 kasus, Sumatera Barat menjadi 76, Jambi 13 kasus, Bengkulu 8 kasus, Sumatera Selatan menjadi 89 kasus, Lampung 27 kasus dan bangka-belitung tetap 8 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara bertambah menjadi 77 kasus, Kalimantan Barat menjadi 27, Kalimantan Timur menjadi 68 kasus, Kalimantan Tengah 67, Kalimantan Selatan menjadi 98 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 20, Sulawesi Tenggara 37 kasus, Sulawesi Selatan menjadi 374, Sulawesi Tengah ada 27 kasus, Sulawesi Barat 7 kasus, Gorontalo 7 kasus, Maluku Utara 4, Maluku 17, Papua Barat menjadi 7 kasus dan Papua menjadi 118 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan yang cukup besar, yaitu 26 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 616 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 95, hingga total menjadi 842 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total 842 orang pada hari ini menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Untuk prosedur untuk kasus baru, Yuri menjelaskan, usai pemeriksaan maka datanya akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Sehingga dokter penanggung jawab tahu tentang kondisi pasien yang sesungguhnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

“Mudah-mudahan kedepan pasien covid-19 yang meninggal dunia terus berkurang,” ucapnya menegaskan.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu.

Beberapa penyakit pendahulu, disebutkan, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi. “Sebagian besar pasien menderita diabetes, hipertensi penyakit jantung koroner. Beberapa ada yang menderita penyakit paru obstruksi menahun,” tuturnya.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)