Update Kasus Covid-19 di Indonesia per 22 April: Total 7.418 Meninggal 635

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 22 April 2020 tercatat, pasien positif corona ada 7.418 orang. Dari jumlah itu, 913 pasien dinyatakan sembuh dan 635 orang meninggal. Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 2.573.143 kasus.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 10.241 kasus, sehingga total menjadi 193.571 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 991 dibanding sebelumnya, sehingga total 17.754 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19, seperti demam, batuk, sesak napas, dan sakit tenggorokan. PDP sudah melakukan observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 283 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 3.383 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (22/4/20).

Tentang 7.418 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 3.383 kasus, Banten menjadi 337, Yogyakarta menjadi 75 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 762 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 479 kasus, Jawa Timur menjadi 638, Bali menjadi 152 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 108 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 1 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 7 kasus, Sumatera Utara menjadi 93, Provinsi Riau menjadi 35 kasus, Kepulauan Riau 81 kasus, Sumatera Barat menjadi 81, Jambi 13 kasus, Bengkulu 8 kasus, Sumatera Selatan menjadi 89 kasus, Lampung 27 kasus dan bangka-belitung tetap 8 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara bertambah menjadi 77 kasus, Kalimantan Barat menjadi 31, Kalimantan Timur menjadi 69 kasus, Kalimantan Tengah 82, Kalimantan Selatan menjadi 107 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 20, Sulawesi Tenggara 37 kasus, Sulawesi Selatan menjadi 387, Sulawesi Tengah ada 29 kasus, Sulawesi Barat 8 kasus, Gorontalo 7 kasus, Maluku Utara 12, Maluku 17, Papua Barat menjadi 8 kasus dan Papua menjadi 123 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan yang cukup besar, yaitu 19 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 635 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 71, hingga total menjadi 913 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total 913 orang pada hari ini menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Untuk prosedur untuk kasus baru, Yuri menjelaskan, usai pemeriksaan maka datanya akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Sehingga dokter penanggung jawab tahu tentang kondisi pasien yang sesungguhnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

“Mudah-mudahan kedepan pasien covid-19 yang meninggal dunia terus berkurang,” ucapnya menegaskan.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu.

Beberapa penyakit pendahulu, disebutkan, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi. “Sebagian besar pasien menderita diabetes, hipertensi penyakit jantung koroner. Beberapa ada yang menderita penyakit paru obstruksi menahun,” tuturnya.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)