Update Kasus Covid-19 di Indonesia per 23 April: Total 7.775 Meninggal 647

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 23 April 2020 tercatat, pasien positif corona ada 7.775 orang. Dari jumlah itu, 960 pasien dinyatakan sembuh dan 647 orang meninggal. Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 2.637.314 kasus.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 2.377 kasus, sehingga total menjadi 195.948 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 529 dibanding sebelumnya, sehingga total 18.283 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19, seperti demam, batuk, sesak napas, dan sakit tenggorokan. PDP sudah melakukan observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 357 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 3.517 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (23/4/20).

Tentang 7.775 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 3.517 kasus, Banten menjadi 337, Yogyakarta menjadi 76 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 784 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 538 kasus, Jawa Timur menjadi 664, Bali menjadi 167 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 115 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 1 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 7 kasus, Sumatera Utara menjadi 95, Provinsi Riau menjadi 36 kasus, Kepulauan Riau 83 kasus, Sumatera Barat menjadi 86, Jambi 14 kasus, Bengkulu 8 kasus, Sumatera Selatan menjadi 93 kasus, Lampung 38 kasus dan bangka-belitung menjadi 9 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara bertambah menjadi 77 kasus, Kalimantan Barat menjadi 50, Kalimantan Timur menjadi 74 kasus, Kalimantan Tengah 83, Kalimantan Selatan menjadi 114 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 31, Sulawesi Tenggara 37 kasus, Sulawesi Selatan menjadi 397, Sulawesi Tengah ada 29 kasus, Sulawesi Barat 8 kasus, Gorontalo 7 kasus, Maluku Utara 14, Maluku 17, Papua Barat menjadi 13 kasus dan Papua menjadi 130 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan yang cukup besar, yaitu 12 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 647 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 47, hingga total menjadi 960 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total 960 orang pada hari ini menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Untuk prosedur untuk kasus baru, Yuri menjelaskan, usai pemeriksaan maka datanya akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Sehingga dokter penanggung jawab tahu tentang kondisi pasien yang sesungguhnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

“Mudah-mudahan kedepan pasien covid-19 yang meninggal dunia terus berkurang,” ucapnya menegaskan.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu.

Beberapa penyakit pendahulu, disebutkan, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi. “Sebagian besar pasien menderita diabetes, hipertensi penyakit jantung koroner. Beberapa ada yang menderita penyakit paru obstruksi menahun,” tuturnya.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)