Update Kasus Covid-19 di Indonesia per 25 April: Total 8.607 Meninggal 720

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 25 April 2020 tercatat, pasien positif corona ada 8.607 orang. Dari jumlah itu, 1042 pasien dinyatakan sembuh dan 720 orang meninggal. Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 2.812.557 kasus.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 8.960 kasus, sehingga total menjadi 206.911 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 783 dibanding sebelumnya, sehingga total 19.084 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19, seperti demam, batuk, sesak napas, dan sakit tenggorokan. PDP sudah melakukan observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 396 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 3.684 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Sabtu (25/4/20).

Tentang 8.607 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 3.684 kasus, Banten menjadi 370, Yogyakarta menjadi 79 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 907 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 621 kasus, Jawa Timur menjadi 770, Bali menjadi 183 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 180 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 1 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 9 kasus, Sumatera Utara menjadi 105, Provinsi Riau menjadi 38 kasus, Kepulauan Riau 83 kasus, Sumatera Barat menjadi 97, Jambi 21 kasus, Bengkulu 8 kasus, Sumatera Selatan menjadi 119 kasus, Lampung 38 kasus dan bangka-belitung menjadi 9 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 83 kasus, Kalimantan Timur menjadi 97, Kalimantan Barat menjadi 51, Kalimantan Tengah 100, Kalimantan Selatan menjadi 146 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 36, Gorontalo 14, Sulawesi Selatan menjadi 432, Sulawesi Tengah ada 36 kasus, Sulawesi Barat 35 kasus, Sulawesi Tenggara 41, Maluku Utara 14, Maluku 22, Papua Barat menjadi 16 kasus dan Papua menjadi 136 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan yang cukup besar, yaitu 31 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 720 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 40 hingga total menjadi 1.042 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total 1042 orang pada hari ini menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Untuk prosedur untuk kasus baru, Yuri menjelaskan, usai pemeriksaan maka datanya akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Sehingga dokter penanggung jawab tahu tentang kondisi pasien yang sesungguhnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

“Mudah-mudahan kedepan pasien covid-19 yang meninggal dunia terus berkurang,” ucapnya menegaskan.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu.

Beberapa penyakit pendahulu, disebutkan, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi. “Sebagian besar pasien menderita diabetes, hipertensi penyakit jantung koroner. Beberapa ada yang menderita penyakit paru obstruksi menahun,” tuturnya.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)