Update Kasus Covid-19 di Indonesia per 27 April: Total 9.096 Meninggal 765

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 27 April 2020 tercatat, pasien positif corona ada 9096 orang. Dari jumlah itu, 1151 pasien dinyatakan sembuh dan 765 orang meninggal. Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 2.980.053 kasus.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 1.159 kasus, sehingga total menjadi 210.199 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 339 dibanding sebelumnya, sehingga total 19.987 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19, seperti demam, batuk, sesak napas, dan sakit tenggorokan. PDP sudah melakukan observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 214 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 3.869 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Senin (27/4/20).

Tentang 9.096 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 3.869 kasus, Banten menjadi 382, Yogyakarta menjadi 83 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 951 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 666 kasus, Jawa Timur menjadi 796, Bali menjadi 194 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 206 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 1 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 9 kasus, Sumatera Utara menjadi 111, Provinsi Riau menjadi 39 kasus, Kepulauan Riau 86 kasus, Sumatera Barat menjadi 121, Jambi 32 kasus, Bengkulu 8 kasus, Sumatera Selatan menjadi 129 kasus, Lampung 42 kasus dan bangka-belitung menjadi 10 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 90 kasus, Kalimantan Timur menjadi 107, Kalimantan Barat menjadi 51, Kalimantan Tengah 112, Kalimantan Selatan menjadi 150 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 40, Gorontalo 14, Sulawesi Selatan menjadi 440, Sulawesi Tengah ada 36 kasus, Sulawesi Barat 35 kasus, Sulawesi Tenggara 45, Maluku Utara 26, Maluku 22, Papua Barat menjadi 16 kasus dan Papua menjadi 151 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan yang cukup besar, yaitu 22 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 765 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 44 hingga total menjadi 1.151 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total 1151 orang pada hari ini menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)