Update Kasus Covid-19 di Indonesia per 29 April: Total 9.771 Meninggal 784

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 29 April 2020 tercatat, pasien positif corona ada 9.771 orang. Dari jumlah itu, 1.391 pasien dinyatakan sembuh dan 784 orang meninggal. Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 3.125.267 kasus.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 8.106 kasus, sehingga total menjadi 221.750 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 1.125 dari sebelumnya, sehingga total 21.653 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19, seperti demam, batuk, sesak napas, dan sakit tenggorokan. PDP sudah melakukan observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 260 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 4.092 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (29/4/20).

Tentang 9.771 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 4.092 kasus, Banten menjadi 388, Yogyakarta menjadi 94 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 1.009 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 711 kasus, Jawa Timur menjadi 872, Bali menjadi 215 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 230 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 1 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 9 kasus, Sumatera Utara menjadi 114, Provinsi Riau menjadi 41 kasus, Kepulauan Riau 89 kasus, Sumatera Barat menjadi 145, Jambi 32 kasus, Bengkulu 12 kasus, Sumatera Selatan menjadi 145 kasus, Lampung 46 kasus dan bangka-belitung menjadi 10 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 92 kasus, Kalimantan Timur menjadi 119, Kalimantan Barat menjadi 58, Kalimantan Tengah 127, Kalimantan Selatan menjadi 157 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 44, Gorontalo 15, Sulawesi Selatan menjadi 465, Sulawesi Tengah ada 47 kasus, Sulawesi Barat 38 kasus, Sulawesi Tenggara 53, Maluku Utara 26, Maluku 23, Papua Barat menjadi 37 kasus dan Papua menjadi 189 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 11 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 784 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 137 hingga total menjadi 1.391 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 1.391 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)