Update Kasus Covid-19 di Indonesia per 6 April: Total 2.491 Meninggal 209 Orang

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 6 April 2020 tercatat: pasien positif corona ada 2.491 orang. Dari jumlah itu, 192 sembuh dan 209 orang meninggal. Pasien positif covid-19 di seluruh dunia mencapai 1.276.302 kasus.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 218 orang dibanding kemarin. Kasusnya sudah menyebar di 32 provinsi, terbanyak masih di DKI Jakarta 1.232 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Senin (6/4/20).

Tentang 2.491 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini penderitanya telah menyebar hingga 32 provinsi. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 1.232 kasus, Banten menjadi 187, Yogyakarta menjadi 40 kasus, Jawa Barat naik menjadi 263 kasus, Jawa Tengah 133, Jawa Timur menjadi 189, Bali menjadi 43 kasus dan Nusa Tenggara Barat menjadi 10 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 5 kasus, Sumatera Utara menjadi 26, Provinsi Riau 12 kasus, Kepulauan Riau tetap 9 kasus, Sumatera Barat tetap 18, Lampung menjadi 12, Jambi 2 kasus, Sumatera Selatan menjadi 16 kasus, bangka-belitung 2 kasus dan Bengkulu 2 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 15 kasus, Kalimantan Barat menjadi 16, Kalimantan Timur menjadi 31 kasus, Kalimantan Tengah 20 kasus, Kalimantan Selatan menjadi 18 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara 5, Sulawesi Tenggara 7, Sulawesi Selatan menjadi 113, Sulawesi Tengah ada 4 kasus, Sulawesi Barat 2 kasus, Maluku Utara 1, Maluku 1, Papua Barat 2 kasus dan Papua menjadi 26 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan yang cukup besar, yaitu 11 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 209 orang. Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 28 menjadi 192 orang.

“Prosedur untuk kasus baru, begitu pemeriksaan laboratorium keluar, datanya akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Sehingga dokter penanggung jawab tahu tentang kondisi pasien yang sesungguhnya,” kata Yurianto.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

“Mudah-mudahan kedepan tidak ada pasien covid-19 yang meninggal dunia,” ucapnya menegaskan.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu.

Beberapa penyakit pendahulu, disebutkan, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi. “Sebagian besar pasien menderita diabetes, hipertensi penyakit jantung koroner. Beberapa ada yang menderita penyakit paru obstruksi menahun,” tuturnya.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)