Update Kasus Covid-19 per 2 April: Total 1.790 Meninggal 170 Orang

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 2 April 2020 tercatat: pasien positif corona ada 1.790 orang. Dari jumlah itu, 112 sembuh dan 170 orang meninggal. Kasus covid-19 di dunia mencapai 939.436.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 113 orang dibanding kemarin. Kasusnya sudah menyebar di 32 provinsi, terbanyak masih di DKI Jakarta 897 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (2/4/20).

Tentang 1.790 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini penderitanya telah menyebar hingga 32 provinsi. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 897 kasus, Banten menjadi 164 kasus, Bali tetap 25 kasus, Yogyakarta menjadi 27 kasus, Jawa Barat naik menjadi 223 kasus, Jawa Tengah 104, Jawa Timur menjadi 104 dan Nusa Tenggara Barat 6 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 5 kasus, Sumatera Utara menjadi 22, Provinsi Riau 7 kasus, Kepulauan Riau jadi 7, Sumatera Barat menjadi 8, Lampung jadi 8, Jambi 2 kasus, Sumatera Selatan naik jadi 11 kasus, bangka-belitung 2 kasus dan Bengkulu 1 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 2 kasus, Kalimantan Barat menjadi 10, Kalimantan Timur menjadi 21 kasus, Kalimantan Tengah 9 kasus, Kalimantan Selatan menjadi 8 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara 3, Sulawesi Tenggara 3, Sulawesi Selatan naik menjadi 66, Sulawesi Tengah ada 2 kasus, Sulawesi Barat 1 kasus, Maluku Utara 1, Maluku 1, Papua Barat 2 kasus dan Papua menjadi 10 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan yang cukup besar, yaitu 13 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 170 orang. Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 9 menjadi 112 orang.

“Prosedur untuk kasus baru, begitu pemeriksaan laboratorium keluar, datanya akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Sehingga dokter penanggung jawab tahu tentang kondisi pasien yang sesungguhnya,” kata Yurianto.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

“Mudah-mudahan kedepan tidak ada pasien covid-19 yang meninggal dunia,” ucapnya menegaskan.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu.

Beberapa penyakit pendahulu, disebutkan, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi. “Sebagian besar pasien menderita diabetes, hipertensi penyakit jantung koroner. Beberapa ada yang menderita penyakit paru obstruksi menahun,” tuturnya.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)