Update Kasus Covid-19 per 26 April: Total 8.882 Meninggal 743

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 26 April 2020 tercatat, pasien positif corona ada 8.882 orang. Dari jumlah itu, 1107 pasien dinyatakan sembuh dan 743 orang meninggal. Total pasien positif covid-19 di dunia mencapai 2.900.422 kasus.

Selain itu, disebutkan terjadi penambahan pada ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini sebanyak 3.129 kasus, sehingga total menjadi 209.040 orang. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), terjadi penambahan 564 dibanding sebelumnya, sehingga total 19.648 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19, seperti demam, batuk, sesak napas, dan sakit tenggorokan. PDP sudah melakukan observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 275 orang dibanding kemarin. Terbanyak di DKI Jakarta 3.798 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Minggu (26/4/20).

Tentang 8.882 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini bahkan kasusnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 3.798 kasus, Banten menjadi 370, Yogyakarta menjadi 82 kasus dan Jawa Barat naik menjadi 912 kasus.

Sementara itu di Jawa Tengah menjadi 649 kasus, Jawa Timur menjadi 785, Bali menjadi 186 kasus, Nusa Tenggara Barat menjadi 195 kasus, dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 1 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 9 kasus, Sumatera Utara menjadi 111, Provinsi Riau menjadi 39 kasus, Kepulauan Riau 85 kasus, Sumatera Barat menjadi 102, Jambi 32 kasus, Bengkulu 8 kasus, Sumatera Selatan menjadi 129 kasus, Lampung 42 kasus dan bangka-belitung menjadi 10 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 89 kasus, Kalimantan Timur menjadi 105, Kalimantan Barat menjadi 51, Kalimantan Tengah 104, Kalimantan Selatan menjadi 146 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara menjadi 40, Gorontalo 15, Sulawesi Selatan menjadi 440, Sulawesi Tengah ada 36 kasus, Sulawesi Barat 35 kasus, Sulawesi Tenggara 45, Maluku Utara 26, Maluku 22, Papua Barat menjadi 16 kasus dan Papua menjadi 141 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan yang cukup besar, yaitu 23 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 743 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 65 hingga total menjadi 1.107 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total 1107 orang pada hari ini menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Untuk prosedur untuk kasus baru, Yuri menjelaskan, usai pemeriksaan maka datanya akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Sehingga dokter penanggung jawab tahu tentang kondisi pasien yang sesungguhnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

“Mudah-mudahan kedepan pasien covid-19 yang meninggal dunia terus berkurang,” ucapnya menegaskan.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu.

Beberapa penyakit pendahulu, disebutkan, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi. “Sebagian besar pasien menderita diabetes, hipertensi penyakit jantung koroner. Beberapa ada yang menderita penyakit paru obstruksi menahun,” tuturnya.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)