Update Kasus Covid-19 per 4 April: Total 2.092 Meninggal 191 Orang

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan virus corona (covid-19) di Indonesia terus bertambah. Hingga 4 April 2020 tercatat: pasien positif corona ada 2.092 orang. Dari jumlah itu, 150 sembuh dan 191 orang meninggal. Pasien positif covid-19 di dunia mencapai 1.119.109 kasus.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini cukup banyak, mencapai 106 orang dibanding kemarin. Kasusnya sudah menyebar di 32 provinsi, terbanyak masih di DKI Jakarta 1.028 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Sabtu (4/4/20).

Tentang 2.092 kasus positif covid-19, Yuri menjelaskan, saat ini penderitanya telah menyebar hingga 32 provinsi. Rinciannya, DKI Jakarta tertinggi 1.028 kasus, Banten menjadi 173, Yogyakarta menjadi 33 kasus, Jawa Barat naik menjadi 247 kasus, Jawa Tengah 120, Jawa Timur menjadi 152, Bali menjadi 32 kasus dan Nusa Tenggara Barat tetap 7 kasus.

Selain itu, lanjut Yuri, Aceh tetap 5 kasus, Sumatera Utara menjadi 25, Provinsi Riau 10 kasus, Kepulauan Riau menjadi 8 kasus, Sumatera Barat tetap 8, Lampung menjadi 11, Jambi 2 kasus, Sumatera Selatan menjadi 12 kasus, bangka-belitung 2 kasus dan Bengkulu 2 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara ada 8 kasus, Kalimantan Barat menjadi 8, Kalimantan Timur menjadi 24 kasus, Kalimantan Tengah 11 kasus, Kalimantan Selatan menjadi 10 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara 3, Sulawesi Tenggara 5, Sulawesi Selatan menjadi 82, Sulawesi Tengah ada 4 kasus, Sulawesi Barat 1 kasus, Maluku Utara 1, Maluku 1, Papua Barat 2 kasus dan Papua menjadi 18 kasus.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan yang cukup besar, yaitu 10 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 191 orang. Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 14 menjadi 150 orang.

“Prosedur untuk kasus baru, begitu pemeriksaan laboratorium keluar, datanya akan dikirimkan ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Sehingga dokter penanggung jawab tahu tentang kondisi pasien yang sesungguhnya,” kata Yurianto.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

“Mudah-mudahan kedepan tidak ada pasien covid-19 yang meninggal dunia,” ucapnya menegaskan.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu.

Beberapa penyakit pendahulu, disebutkan, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi. “Sebagian besar pasien menderita diabetes, hipertensi penyakit jantung koroner. Beberapa ada yang menderita penyakit paru obstruksi menahun,” tuturnya.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)